Warga Ciayumajakuning Padati Grebeg Sawal di Kramat Sunan Gunung Jati

- Redaksi

Minggu, 2 Juli 2017 - 15:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Ribuan warga yang datang dari Ciayumajakuning, sejak pagi hingga siang memadati tradisi Grebeg Sawal yang berlangsung di Komplek Kramat Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Minggu (02/07).

Tradisi grebek sawal ini, dilaksanakan tujuh hari setelah lebaran, keluarga Sultan Kanoman Cirebon.

Dalam tradisi Grebek Sawal, Sultan berserta keluarga dan karabatnya rela berdesak-desakan memasuki komplek pemakaman Sunan Gunungjati untuk melakukan tradisi ziarah.

Dari pantauan RakyatJabarNews.com, suasana tradisi disaksikan dan diikuti juga oleh ribuan warga yang tampak berebut barokah dari kembang (bunga, red) yang tercecer di bawah pintu Pasujudan, air kramat makanan atau uang recehan dari tradisi tawur oleh Abdi Dalem yang diyakini membawa berkah.

Menurut salah seorang pengunjung, Tanti asal Bekasi dirinya sengaja datang dengan berharap mendapatkan berkah sesudah membasuh dan meminum air tersebut, kesehatan dan rejekinya dapat penuh berkah.

Baca Juga :  Polsek Losari Berikan Bantuan Mie Instan kepada Korban Banjir

Juru bicara Keratom Kanoman, Ratu Arimbi menjelaskan tradisi gerebek ini, merupahkan kegiatan tahunan dari keluarga Keraton Kanoman untuk berziarah dan berdoa untuk leluhur mereka, serta memjalin silatuhrahmi antara Keraton Kanoman bersama warga masyarakat.

Ribuan Warga Padati di Acara Tradisi Grebeg Sawal

“Tradisi Gerebek Sawal ini setiap tahun dilakukan oleh Keluarga Keraton Kanoman, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, dapat melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh,” jelasnya.

Tradisi yang biasa dilakukan 7 hari setelah lebaran ini, sebagai bentuk pengukuhan persaudaraan antara sultan dan masyarakat luas yang berziarah.

Baca Juga :  Dampak Banjir, Pengelola Ruas Tol Kanci-Pejagan akan Konsultasikan kepada BPJT

Sementara itu, ribuan warga juga tampak melakukan doa bersama di sekitar Komplek Makam Sunan Gunungjati. Di sisi lain, kegiatan rutin tahunan itu sempat mengundang kepdatan arus kendaraan sepanjang jalur pantura Cirebon-Indramayu.

Bahkan sempat mengalami kemacetan dikarenaknan banyaknya warga yang menyebrang jalan dan kendaran pribadi terparkir di bahu jalan. (Ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru