Seleksi Calon Kades Dimulai 1 September, Ini Bobot Penilaiannya

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Kepala Desa Kabupaten Bekasi, Dr. H.M. Harun Alrasyid, M.Si., saat menyampaikan penjelasan terkait mekanisme dan bobot penilaian seleksi calon kepala desa di Kabupaten Bekasi. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada 1–3 September 2026.

i

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Kepala Desa Kabupaten Bekasi, Dr. H.M. Harun Alrasyid, M.Si., saat menyampaikan penjelasan terkait mekanisme dan bobot penilaian seleksi calon kepala desa di Kabupaten Bekasi. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada 1–3 September 2026.

KABUPATEN BEKASI – Persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bekasi memasuki tahap penting. Mulai 1 September 2026, bakal calon kepala desa yang jumlahnya lebih dari lima orang akan menjalani seleksi penyaringan.

Panitia Seleksi (Pansel) Calon Kepala Desa Kabupaten Bekasi memastikan proses tersebut dilakukan dengan mekanisme terukur dan transparan. Menariknya, kelulusan peserta tidak hanya ditentukan dari hasil ujian tertulis.

Ketua Pansel Calon Kepala Desa, Dr. H.M. Harun Alrasyid, M.Si., mengungkapkan terdapat tiga komponen penilaian yang akan menentukan hasil seleksi, yakni administrasi, ujian tertulis, dan wawancara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masing-masing calon ada dua tahapan seleksi, yang pertama tertulis dan wawancara. Bobotnya 50 persen dan 20 persen, sedangkan 30 persen administrasi,” ujar Harun seusai rapat di Gedung KH. Raden Ma’mun Nawawi, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga :  Pilkades Sukaresmi Memanas! Mulyadi Ibrahim Daftar Pertama Diiringi Ribuan Pendukung

Dengan komposisi tersebut, ujian tertulis menjadi penentu terbesar dengan bobot 50 persen. Sementara wawancara memiliki bobot 20 persen dan penilaian administrasi sebesar 30 persen.

100 Soal Jadi Ujian Pengetahuan Pemerintahan

Untuk tahap tertulis, peserta akan menghadapi 100 soal pilihan ganda. Materi ujian berkaitan dengan pengetahuan pemerintahan serta berbagai hal yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab seorang kepala desa.

Sedangkan wawancara akan menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan visi dan misi sekaligus kesiapan mereka jika nantinya dipercaya memimpin pemerintahan desa.

“Kalau tertulis lebih menyangkut pengetahuan pemerintahan dan sebagainya. Kalau wawancara itu menyangkut visi, misi, dan kesiapan mereka bekerja,” jelasnya.

Seleksi akan berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026, dan dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia.

Baca Juga :  Ketua BPD Sukadami Tegaskan Netralitas Pilkades 2026 Saat Hadiri Karnaval BCM

Hanya Desa dengan Bakal Calon Lebih dari Lima yang Disaring

Pansel menegaskan tidak semua desa harus mengikuti tahapan penyaringan ini.

Seleksi hanya diberlakukan bagi desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon kepala desa. Artinya, desa dengan tepat lima bakal calon tidak mengikuti tahapan penyaringan tersebut.

“Yang lebih dari lima. Kalau yang lima tidak, kecuali yang keenam, ketujuh dan seterusnya,” kata Harun.

Ia berharap seluruh tahapan berjalan tertib dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta.

Kita berharap proses seleksi ini bisa berjalan dengan lancar dan tanpa ada sesuatu yang bisa menghalangi seseorang untuk mendapatkan haknya sebagai calon kepala desa,” tegasnya.

Calon Diminta Jangan Hanya Andalkan Dukungan

Harun mengingatkan para bakal calon agar tidak hanya mengandalkan dukungan dari masyarakat. Persiapan menghadapi materi pemerintahan dan wawancara juga menjadi hal penting.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Pimpin Apel Perdana dan Tinjau Pelayanan Publik

Peserta diminta mempelajari mekanisme pemerintahan, kebijakan pemerintahan, serta memahami visi dan misi yang akan disampaikan saat wawancara.

Lolos tidaknya sangat tergantung dari kesiapan mereka dalam menyiapkan diri untuk seleksi, baik tertulis maupun wawancara,” ungkapnya.

Pansel juga meminta peserta maupun pendamping yang hadir menjaga ketertiban selama proses seleksi. Dukungan massa diperbolehkan, tetapi diminta tidak berlebihan agar situasi di lokasi tetap kondusif.

“Kalau membawa orang silakan saja, sepanjang berjalan tertib. Kami akan sangat senang menerima para tamu yang menjadi bagian dari pemerintahan kepala desa ini,” pungkas Harun.

(dre)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Ketua BPD Muktiwari, Anggota Tak Aktif Terancam Sanksi Berat
Ketua BPD Sukadami Tegaskan Netralitas Pilkades 2026 Saat Hadiri Karnaval BCM
Reza Reynaldi Bidik Penguatan UMKM Sukadami, Siapkan Peningkatan SDM Warga
BPD Muktiwari Soroti Perencanaan DPMD, Lonjakan 8.000 DPS Paksa Anggaran Desa Digeser
BPD Muktiwari Desak Anggaran Pilkades 2026 Segera Cair
Bukan Sekadar Jenguk Warga Sakit, Aksi Kades Muktiwari Ini Jadi Sorotan
Bahrudin Dorong Puskesmas Tetap di Muktiwari, Jiovanno Nahampun Dukung Aspirasi Warga
Empat Bakal Calon Resmi Daftar Pilkades Desa Tambun 2026, Satu Masih Ambil Formulir

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Seleksi Calon Kades Dimulai 1 September, Ini Bobot Penilaiannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Gebrakan Ketua BPD Muktiwari, Anggota Tak Aktif Terancam Sanksi Berat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Ketua BPD Sukadami Tegaskan Netralitas Pilkades 2026 Saat Hadiri Karnaval BCM

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Reza Reynaldi Bidik Penguatan UMKM Sukadami, Siapkan Peningkatan SDM Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:19 WIB

BPD Muktiwari Soroti Perencanaan DPMD, Lonjakan 8.000 DPS Paksa Anggaran Desa Digeser

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami