1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi saat menghadiri rangkaian kegiatan Apel GEBRAK dan groundbreaking pembangunan PSEL Kota Bekasi di kawasan Bantargebang, Rabu (26/8/2026).

i

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi saat menghadiri rangkaian kegiatan Apel GEBRAK dan groundbreaking pembangunan PSEL Kota Bekasi di kawasan Bantargebang, Rabu (26/8/2026).

KOTA BEKASI – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.

Apresiasi tersebut disampaikan Zulhas saat membuka Apel GEBRAK (Gerakan Energi Bersih, Reduksi Sampah, Aksi Pilah, Kolaborasi Inovatif) yang digelar dalam rangka groundbreaking pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Zulhas menilai pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di sisi hilir. Saat ini, produksi sampah Kota Bekasi disebut mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Groundbreaking pembangunan PSEL hari ini adalah solusi strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban TPA Sumur Batu yang saat ini menampung produksi sampah warga masyarakat Kota Bekasi kurang lebih 1.800 ton per hari melalui teknologi modern waste-to-energy,” ujar Zulhas.

Baca Juga :  Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas di CFD

Meski demikian, Zulhas menegaskan pembangunan PSEL tidak bisa menjadi satu-satunya solusi. Pengurangan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga dengan membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Aksi reduksi dan pilah sampah harus berjalan dari meja makan, dapur rumah tangga, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan,” tegasnya.

Menurut Zulhas, pengurangan volume sampah dari hulu harus dilakukan secara berkelanjutan agar tempat pemrosesan akhir tidak kembali menghadapi persoalan kelebihan kapasitas.

Ia juga meminta seluruh pihak mengawal pembangunan PSEL agar dapat berjalan lancar dan tepat waktu sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Kota Bekasi.

Baca Juga :  Breaking News : Pintu Pagar Rusak, Ratusan Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Kota Bekasi

“Buktikan bahwa Bekasi yang asri bukanlah sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat kita berdiri. Perangi sampah untuk Indonesia dan Kota Bekasi yang lebih asri,” katanya.

Tri Adhianto Dorong Bank Sampah Dimaksimalkan

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak camat, lurah, Kapolsek, Danramil, penggiat lingkungan, Ketua LPM, Koordinator BKM, hingga Ketua RW dan RT untuk memperkuat gerakan pengurangan serta pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.

Tri meminta keberadaan bank sampah di tingkat lingkungan dimaksimalkan dan gerakan memilah sampah disosialisasikan secara masif hingga ke seluruh wilayah Kota Bekasi.

Baca Juga :  DPRD Kota Bekasi Ingin Pengawasan Intens Soal Depot Air Minum Isi Ulang

“Mulai dari kebersihan diri di lingkungan rumah, sekolah, kantor, yang bisa kita pilah agar tidak semua masuk ke Bantargebang lagi. Ingat, kita masih ada 300 ton menjadi PR setiap harinya,” tegas Tri.

Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber menjadi bagian penting dari upaya mengurangi beban pengelolaan sampah di Bantargebang.

Pembangunan PSEL sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Dengan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut, Pemkot Bekasi berharap persoalan sampah tidak hanya ditangani di hilir, tetapi juga diatasi sejak dari sumbernya melalui gerakan memilah dan mengurangi sampah.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Camat Cibitung Pastikan Pelayanan Desa Pascapilkades Tetap Berjalan Normal
Monev PPID 2026, BPKAD dan Kecamatan Bekasi Utara Terbaik
Camat Cibitung Dukung Penyempurnaan Raperda KTR, Hampir 120 Spanduk Rokok Ditertibkan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Camat Cibitung Pastikan Pelayanan Desa Pascapilkades Tetap Berjalan Normal

Berita Terbaru