Pemkab Bekasi Genjot Tata Kelola Data, Targetkan Statistik Sektoral Makin Akurat dan Berkualitas

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menyampaikan paparan saat mengikuti sesi Interview Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 bersama Tim Penilai Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat secara virtual di Ruang Command Center Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (9/7/2026).

i

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menyampaikan paparan saat mengikuti sesi Interview Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 bersama Tim Penilai Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat secara virtual di Ruang Command Center Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (9/7/2026).

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat tata kelola data pemerintahan. Salah satu upayanya dilakukan dengan mengikuti tahapan Interview Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Tim Penilai Badan (TPB) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat secara virtual, di Ruang Command Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Kamis (9/7/2026).

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam proses verifikasi tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral sekaligus mencocokkan bukti dukung yang telah disampaikan oleh Tim Penilai Internal Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menegaskan bahwa EPSS bukan sekadar ajang mengejar nilai indeks statistik, tetapi menjadi instrumen evaluasi untuk mengukur kualitas tata kelola data di lingkungan pemerintah daerah.

“Tujuan EPSS bukan hanya mengejar indeks. Yang paling penting adalah memastikan setiap perangkat daerah mampu mengelola data secara akuntabel, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujar Yan Yan.

Ia menjelaskan, penilaian EPSS dilaksanakan setiap dua tahun sekali sesuai ketentuan yang berlaku. Pada tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan RSUD Kabupaten Bekasi dipercaya mewakili Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam sesi wawancara bersama BPS Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, kedua perangkat daerah tersebut dipilih karena dinilai telah memiliki pengelolaan data statistik yang baik sehingga layak menjadi representasi Kabupaten Bekasi dalam proses evaluasi.

Dalam penilaian tersebut, tim evaluator BPS melakukan wawancara berdasarkan 38 indikator yang terbagi ke dalam lima domain penilaian EPSS. Berbagai aspek yang dinilai meliputi standar data, kualitas data, interoperabilitas data, hingga diseminasi informasi yang menjadi tanggung jawab Diskominfosantik sebagai wali data.

Baca Juga :  BNK Kabupaten Bekasi Kunjungi Anggota Batalyon D Pelopor Brimob Polda Metro Jaya

“Seluruh indikator tersebut bertujuan mengukur sejauh mana kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di Kabupaten Bekasi sehingga dapat terus ditingkatkan kualitasnya,” jelasnya.

Sebagai wali data daerah, Diskominfosantik memiliki peran mengoordinasikan penyelenggaraan statistik sektoral agar menghasilkan data yang berkualitas, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh perangkat daerah.

Yan Yan menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan statistik sektoral tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah sebagai produsen data, dukungan BPS sebagai pembina data, serta komitmen bersama untuk membangun budaya kerja berbasis data.

Ia menambahkan, rekomendasi yang diberikan BPS nantinya akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk terus melakukan penyempurnaan, mulai dari tata kelola, proses bisnis, kualitas data, pemanfaatan teknologi informasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Turnamen Bola Voli Tirbuana Cup 1 2018 Masih Bergulir di Babak Penyisihan 8 Besar

“Evaluasi ini menjadi momentum untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar data yang dihasilkan semakin berkualitas,” katanya.

Di akhir kegiatan, Yan Yan mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan proses EPSS sebagai sarana pembelajaran dalam menerapkan tata kelola data yang akurat, akuntabel, dan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.

“Setelah penilaian selesai, pekerjaan belum berakhir. Standarisasi data harus terus dilakukan agar seluruh data yang dihasilkan perangkat daerah menjadi satu data yang bermutu dan dapat menjadi dasar pembangunan yang tepat sasaran,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT
Lautan Manusia Padati Karnaval Perdana RW 14 BCM, Romusha hingga Budaya Minahasa Bikin Takjub
Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi
PERPANI Bekasi Bidik Regenerasi Atlet Lewat Kolaborasi dengan UM Indonesia
Nyumarno Masih Duduk di DPRD Bekasi, Tim Hukum Bantah Status “Mantan”
Warga Sambut Taman Ruang Terbuka Hijau di Wisma Jaya
HUT ke-81 RI, Asep Surya Atmaja: Perjuangan Sekarang Menjaga Keutuhan Bangsa
HUT RI ke-81, Cibitung Bersatu Jelang Pilkades Serentak

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Lautan Manusia Padati Karnaval Perdana RW 14 BCM, Romusha hingga Budaya Minahasa Bikin Takjub

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:49 WIB

PERPANI Bekasi Bidik Regenerasi Atlet Lewat Kolaborasi dengan UM Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Nyumarno Masih Duduk di DPRD Bekasi, Tim Hukum Bantah Status “Mantan”

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami