Bappeda Kabupaten Bekasi Minta OPD Susun Program Berbasis Data dan Tepat Sasaran

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwi Sigit Andrian, memberikan amanat saat apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (13/7/2026). Dalam arahannya, ia meminta seluruh perangkat daerah menyusun program pembangunan yang berbasis data, tepat sasaran, dan selaras dengan visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera.

i

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwi Sigit Andrian, memberikan amanat saat apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (13/7/2026). Dalam arahannya, ia meminta seluruh perangkat daerah menyusun program pembangunan yang berbasis data, tepat sasaran, dan selaras dengan visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera.

KABUPATEN BEKASI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak sekadar menyusun program kerja, tetapi memastikan setiap kegiatan benar-benar mendukung terwujudnya visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera.

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwi Sigit Andrian, saat memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (13/7/2026).

Menurut Dwi Sigit, visi pembangunan daerah tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan seluruh perangkat daerah.

“Visi itu bukan sekadar slogan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mewujudkannya melalui program dan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Heboh Isu Dana BOSP di Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto Langsung Sidak ke Sekolah Pagi-Pagi!

Ia menjelaskan, visi Kabupaten Bekasi telah diterjemahkan ke dalam berbagai misi, tujuan, sasaran, hingga program dan subkegiatan di masing-masing OPD. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengevaluasi kembali seluruh program yang telah disusun agar memiliki keterkaitan langsung dengan target pembangunan daerah.

“Setiap kegiatan harus memiliki benang merah dengan visi Kabupaten Bekasi. Kalau tidak memiliki kontribusi terhadap pencapaian visi, tentu perlu kita evaluasi bersama,” katanya.

Dwi Sigit juga menekankan pentingnya penyusunan program berbasis data. Menurutnya, seluruh kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan kondisi riil yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga :  Perumda Tirta Patriot Kerahkan 20 Liter Air Bantu Korban Terdampak Banjir

Ia mencontohkan, data kemiskinan harus menjadi dasar penyusunan program pengentasan kemiskinan, data stunting menjadi acuan penanganan gizi, sementara sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur juga harus mengacu pada data yang akurat.

“Kalau perencanaan berbasis data, program yang dilaksanakan akan lebih tepat sasaran, berdampak langsung, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Bappeda meminta seluruh OPD menjaga sinkronisasi dokumen perencanaan, mulai dari RPJMD, Renstra, RKPD hingga Renja perangkat daerah agar arah pembangunan tetap selaras.

Dalam kesempatan itu, Dwi Sigit turut mengapresiasi perangkat daerah yang telah menyampaikan usulan perubahan Rencana Kerja (Renja) pada pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia juga mengapresiasi OPD yang mengembalikan sisa anggaran karena tidak terserap secara optimal.

Baca Juga :  Kampus STIE Tribuana Bekasi Gelar Turnamaen Bola Voli Tribuana Cup 2018

Sementara bagi perangkat daerah yang mengusulkan tambahan kegiatan, Bappeda akan menyesuaikannya dengan kondisi kemampuan keuangan daerah.

“Usulan tambahan kegiatan akan kita sesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah agar tetap realistis,” ujarnya.

Menatap penyusunan program tahun anggaran 2027, Dwi Sigit mengingatkan seluruh OPD agar semakin selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.

Menurutnya, keterbatasan fiskal harus dijawab dengan program yang efektif, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Dengan kemampuan fiskal yang ada, setiap rupiah anggaran harus menghasilkan pembangunan yang efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

(adv)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Hukum Jadi Alarm, Perumda Tirta Bhagasasi Mulai Perketat Pengawasan
Paskibraka Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan, Pesan Plt Bupati Asep Jadi Sorotan
76 Anak Disunat Gratis, Ternyata Ini Alasan Pemkab Bekasi Pilih Angka 76
PMII Kabupaten Bekasi Ajukan 7 Gugatan Rakyat, Soroti Pendidikan hingga Reformasi Birokrasi
Salat Jumat Berlangsung, Panggilan Kebakaran Masuk! Damkar Kabupaten Bekasi Langsung Meluncur
Ahmadi Madong Bongkar Polemik Obat Kedaluwarsa di Bekasi: “Ini Bicara Nyawa”
Tim Hukum Nyumarno Klarifikasi Persidangan, Ungkap Upaya RJ

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Kasus Hukum Jadi Alarm, Perumda Tirta Bhagasasi Mulai Perketat Pengawasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Paskibraka Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan, Pesan Plt Bupati Asep Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:02 WIB

76 Anak Disunat Gratis, Ternyata Ini Alasan Pemkab Bekasi Pilih Angka 76

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Salat Jumat Berlangsung, Panggilan Kebakaran Masuk! Damkar Kabupaten Bekasi Langsung Meluncur

Berita Terbaru

Bekasi

Sabtu, 15 Agu 2026 - 14:55 WIB

Kerjasama Hubungi Kami