IPAL TPA Burangkeng Disorot, Pemerhati Lingkungan Nilai Belum Penuhi Prinsip AMDAL

- Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ombi Hari Wibowo (kiri) bersama Ketua Umum Ahli Salam Semesta sekaligus pemerhati lingkungan Edvin Gunawan (kanan) menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Mereka menilai pengelolaan air lindi belum terintegrasi secara optimal dan mendorong percepatan operasional fasilitas IPAL agar memenuhi prinsip Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

i

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Ombi Hari Wibowo (kiri) bersama Ketua Umum Ahli Salam Semesta sekaligus pemerhati lingkungan Edvin Gunawan (kanan) menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Mereka menilai pengelolaan air lindi belum terintegrasi secara optimal dan mendorong percepatan operasional fasilitas IPAL agar memenuhi prinsip Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

KABUPATEN BEKASI – Polemik pembangunan Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL) di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, terus menjadi sorotan. Selain belum diserahterimakan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), proyek senilai Rp13,2 miliar itu juga dinilai belum memenuhi prinsip Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ketua Umum Ahli Salam Semesta sekaligus peneliti Kawali, Edvin Gunawan, mengatakan pengelolaan TPA Burangkeng harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Perda Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Edvin menilai sistem pengolahan air lindi di TPA Burangkeng belum memenuhi kaidah AMDAL. Menurutnya, seluruh air lindi yang dihasilkan dari setiap zona TPA seharusnya ditampung dan diolah hingga memenuhi baku mutu sebelum dialirkan ke lingkungan.

Ia juga mempertanyakan konsistensi pengawasan DLH. Menurutnya, jika pengawasan terhadap perusahaan swasta dilakukan secara ketat, maka standar yang sama seharusnya diterapkan terhadap fasilitas milik pemerintah.

Edvin menilai IPAL yang dibangun saat ini hanya menangani sebagian air lindi sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kawasan TPA Burangkeng. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan air lindi tetap mengalir ke sungai, terutama saat musim hujan.

Selain itu, ia menyoroti masih adanya sistem open dumping yang berpotensi menghasilkan gas metana dan meningkatkan risiko pencemaran lingkungan. Menurutnya, air lindi wajib diolah terlebih dahulu melalui IPAL hingga memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke badan air.

Edvin juga mengingatkan agar fasilitas yang telah dibangun tidak berakhir mangkrak. Jika IPAL tidak dapat difungsikan, menurutnya, anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah akan menjadi pemborosan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Semeru, SH., M.Hum., menyatakan pihaknya akan mempelajari persoalan tersebut, termasuk dugaan ketidaksesuaian pekerjaan yang menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  JMSI Bekasi Raya Siapkan Program Desa Maju dan Literasi Digital Sekolah 2026

“Kami selaku aparat penegak hukum meminta semua sesuai aturan. Nanti saya diskusikan dengan anggota,” ujar Semeru.

Sebelumnya, proyek IPAL TPA Burangkeng menjadi sorotan setelah muncul dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi. Proyek yang dikerjakan CV Sarwoh Bathi Permana dengan pagu anggaran Rp13,2 miliar itu hingga kini belum dapat dioperasikan secara optimal.

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi bahkan memberikan tenggat waktu satu bulan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang menghambat operasional IPAL.

DPRD menilai masih terdapat persoalan pada aspek perencanaan dan pelaksanaan proyek, termasuk belum sinkronnya koordinasi antara DLH dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR).

Menanggapi hal tersebut, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja memastikan akan segera memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan IPAL Burangkeng.

Baca Juga :  Tri Adhianto Giat Tanam Pohon

Di sisi lain, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hariwibowo, mengungkapkan DPRD telah melakukan pengawasan melalui empat kali surat, tiga kali rapat dengar pendapat (RDP), serta satu kali inspeksi mendadak (sidak).

Menurut Ombi, salah satu persoalan muncul akibat perubahan konsep dari sistem IPAL konvensional menjadi sistem fabrikasi. Perubahan tersebut berdampak pada tingginya biaya operasional yang diperkirakan mencapai hampir Rp30 juta per hari.

Selain itu, hingga kini masih terdapat perbedaan hasil penilaian antara DCKTR dan DLH terkait uji baku mutu air limbah. Kondisi tersebut membuat proses serah terima dan pengoperasian IPAL belum dapat dilakukan.

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi juga meminta Inspektorat melakukan audit dan evaluasi menyeluruh agar proyek tersebut layak secara teknis maupun administrasi, sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan tidak menjadi aset yang mangkrak.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Camat Cibitung Pastikan Pelayanan Desa Pascapilkades Tetap Berjalan Normal

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Berita Terbaru

ilustrasi

Pilkades

Pilkades Bekasi Memanas! 26 Aduan Masuk, Sukaresmi Disorot

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:09 WIB

Pemain PERSIB Bandung merayakan kemenangan 1-0 atas Cong Viettel FC pada pertandingan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026). Foto istimewa Persib Bandung.

Olahraga

Drama Dua Kartu Merah, PERSIB Tetap Tekuk Cong Viettel 1-0

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:16 WIB