Usai Dugaan Salah Vaksinasi Balita, Ahmadi Madong Bongkar Celah SOP di Puskesmas Bekasi

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Ahmadi Madong, menyampaikan aspirasi masyarakat saat menggelar Reses II Tahun 2026 di RW 12, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Kota Bekasi memperketat prosedur vaksinasi dengan menerapkan pemeriksaan berlapis (double check) guna mencegah terulangnya dugaan kesalahan pemberian vaksin pada balita.

i

Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Ahmadi Madong, menyampaikan aspirasi masyarakat saat menggelar Reses II Tahun 2026 di RW 12, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Kota Bekasi memperketat prosedur vaksinasi dengan menerapkan pemeriksaan berlapis (double check) guna mencegah terulangnya dugaan kesalahan pemberian vaksin pada balita.

KABUPATEN BEKASI – Kasus dugaan salah prosedur vaksinasi yang menimpa seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi menjadi sorotan publik. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi Madong, meminta Dinas Kesehatan segera memperketat standar pelayanan vaksinasi di seluruh puskesmas.

Menurut Ahmadi, setiap tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan berlapis (double check) sebelum memberikan vaksin kepada balita. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan jenis vaksin, jadwal imunisasi, hingga identitas pasien telah sesuai.

“Harus ada double check. Tenaga medis harus memastikan kembali kepada orang tua, vaksin apa yang akan diberikan dan riwayat imunisasi anak sebelumnya. Jangan sampai ada kesalahan prosedur,” kata Ahmadi saat menggelar Reses II di RW 12, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kamis (9/7/2026).

Politisi yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Bekasi itu mengatakan, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Ia meminta seluruh 53 Puskesmas di Kota Bekasi menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat sebelum proses imunisasi dilakukan.

Baca Juga :  Sudah Dibilang Jangan Pungut Uang Seragam! Bang Madong Siap Sikat Kalau Bandel!

“Saya meminta seluruh puskesmas menerapkan double check sebelum vaksinasi. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas sehingga dugaan salah vaksinasi tidak terulang lagi,” tegasnya.

Meski meminta evaluasi menyeluruh, Ahmadi mengimbau masyarakat tidak lantas takut membawa anaknya untuk mengikuti program imunisasi.

Menurutnya, vaksinasi tetap merupakan program kesehatan nasional yang terbukti penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Yang perlu diperkuat adalah disiplin dalam menjalankan prosedur pelayanan.

“Jangan takut membawa anak untuk divaksin. Pemerintah tentu akan memastikan pelayanan vaksinasi berjalan aman. Imunisasi tetap penting agar anak-anak tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit,” pungkasnya.

Baca Juga :  Firefighter Skill Competition 2026 Disdamkar Kabupaten Bekasi Diserbu Peserta, Antusiasme Industri Melonjak

Kasus dugaan salah prosedur vaksinasi sebelumnya mencuat setelah seorang bayi berusia sembilan bulan di Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, dilaporkan mengalami kejang dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik dan mendorong berbagai pihak meminta evaluasi terhadap pelayanan vaksinasi di Kota Bekasi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Berita Terbaru

ilustrasi

Pilkades

Pilkades Bekasi Memanas! 26 Aduan Masuk, Sukaresmi Disorot

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:09 WIB