Menko Polkam Minta Publik Tak Terpancing Spekulasi, Penegakan Hukum Harus Profesional

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan keterangan terkait komitmen pemerintah menjaga profesionalisme, transparansi, dan koordinasi dalam proses penegakan hukum di Indonesia.

i

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan keterangan terkait komitmen pemerintah menjaga profesionalisme, transparansi, dan koordinasi dalam proses penegakan hukum di Indonesia.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan pemerintah mendukung penuh proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Ia meminta seluruh aparat penegak hukum mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan kepentingan bangsa di atas kepentingan institusi.

Menurut Djamari, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk mempertentangkan institusi penegak hukum karena seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni menegakkan hukum dan memberantas korupsi.

“Tidak perlu ada suasana yang memanas. Polri, Kejaksaan Agung, maupun seluruh unsur penegak hukum memiliki tujuan yang sama, yaitu menegakkan hukum dan memberantas korupsi. Setiap institusi memiliki kewenangan masing-masing yang harus dihormati,” kata Djamari dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi maupun narasi yang berpotensi memperkeruh situasi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun terpancing oleh berbagai opini yang berkembang. Percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang saat ini sedang bekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Djamari menegaskan proses hukum harus diberi ruang untuk berjalan secara independen, profesional, dan transparan tanpa tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun.

Baca Juga :  Malam 1 Muharram di Bekasi Pecah! 5.000 Warga Ikut Pawai, Tri Adhianto Soroti Kebersamaan

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus dugaan korupsi, ia menilai banyaknya perkara yang terungkap justru mencerminkan semakin kuatnya komitmen pemerintah dalam membersihkan praktik korupsi, bukan berarti tingkat korupsi semakin tinggi.

“Selama ini korupsi memang menjadi tantangan bangsa. Yang membedakan saat ini adalah komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Tidak ada ruang bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa melihat asal institusi ataupun kedudukannya,” tegasnya.

Djamari juga mengingatkan masyarakat agar tidak membenturkan satu institusi dengan institusi lainnya. Menurutnya, seluruh aparat negara merupakan bagian dari sistem penegakan hukum yang saling melengkapi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Baca Juga :  Kota Patriot Siap Tempur! Bekasi Bidik Juara Umum Porprov XV Jabar 2026

Ia mengajak masyarakat ikut mengawal proses hukum secara objektif dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Bekasi Berikan Layanan JKN Selama Libur Lebaran

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya bersih-bersih di seluruh lembaga negara. Mari kita kawal proses hukum secara objektif, hormati asas praduga tak bersalah, dan hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya.

Pemerintah memastikan koordinasi antarinstansi penegak hukum terus berjalan dengan baik sehingga setiap proses hukum dapat berlangsung efektif, profesional, transparan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Hormati Penyidikan Polri, Imbau Publik Tak Berspekulasi soal Penggeledahan
Surat Internal Kejagung Beredar, Publik Soroti Agenda AGHT di Tengah Penyidikan Korupsi Batu Bara
BNPB Awali Road to GFSR 2026, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Bencana
JAECOO Gaungkan “FOREVER 26”, Teknologi Parkir Pintar Jadi Andalan Temani Gaya Hidup Aktif
Masih Ada Aroma Betawi Lama di Jakarta Fair 2026, Wajib Disinggahi Sebelum Tutup
Wamenaker: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Pelayanan Cepat dan Transparan
7.500 Pelari Ramaikan SMARTFREN RUN 2026, XLSMART Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan
XLSMART Buka Female Future Leader 2026, Targetkan 200 Ribu Pendaftar dari Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:17 WIB

Menko Polkam Minta Publik Tak Terpancing Spekulasi, Penegakan Hukum Harus Profesional

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:32 WIB

Kejagung Hormati Penyidikan Polri, Imbau Publik Tak Berspekulasi soal Penggeledahan

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:20 WIB

BNPB Awali Road to GFSR 2026, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Bencana

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:07 WIB

JAECOO Gaungkan “FOREVER 26”, Teknologi Parkir Pintar Jadi Andalan Temani Gaya Hidup Aktif

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:07 WIB

Masih Ada Aroma Betawi Lama di Jakarta Fair 2026, Wajib Disinggahi Sebelum Tutup

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami