Tokoh Masyarakat di Cirebon Meminta Pemerintah Selamatkan Dana Desa

- Redaksi

Jumat, 30 November 2018 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayim (73) Tokoh Masyarakat Cirebon

i

Kayim (73) Tokoh Masyarakat Cirebon

RJN, Cirebon– Penggelapan Dana Desa yang dilakukan oleh oknum Kuwu di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon sangat disesalkan berbagai pihak, salah satunya di suarakan oleh tokoh masyarakat Cirebon.

Seharusnya pemerintah dalam hal ini harus sigap dengan kasus yang dialami oleh pemerintahan Desa Sarajaya, karena anggaran pembangunan yang seharusnya di gelarkan tidak ada bangunan fisiknya.

“Jika di biarkan berlarut larut ini bisa menyebar ke setiap Desa yang ada di Kabupaten Cirebon, ini sudah jelas jelas penggelapan Anggran. Virus berbahaya jika tidak di tindak tegas”. Ungkap Kayim 72 tahun Tokoh Masyarakat Cirebon kepada salah seorang Jurnalis media rakyatjabarnews.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/11/2018).

Lebih lanjut Kayim meminta agar Desanya di selamatkan dari orang zholim (Red. Orang Jahat) agar dana pembangunan tidak diselewengkan, adapun oknum Kuwu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Desa kami itu dulu maju, tapi lihat sekarang kacau, Kuwu harus mempertanggung jawabkan sesuai hukum yang berlaku di negara ini.”

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Tinjau Saluran Air di Cimuning, Pastikan Penanganan Segera Dilakukan

Masih menurut Kayim penggelapan yang dilakukan oleh Kuwu bukan saja Dana Desa dari pusat, Dana Bantuan Gubernur, hasil lelang titisara pun tidak jelas.

“Ada tanah titisara seluas 25 Hektar jika disewakan maka kurang lebih 125 Juta pertahun, kemana dana hasil lelang titisara selama 2 tahun ini, selain itu biasanya dilakukan rapat setiap bulan 9, namun sudah 2 tahun pula tidak pernah di gelar.”

Kami minta dalam hal ini pihak Pemerintah dapat mengambil tindakan tegas. Pintanya
Sedangkan pada saat mengkonfirmasi pada Kasi Ekbang Kecamatan Lemahabang, Bahrun mengukapkan pihak pemerintah dalam hal ini Inspektur Pembangunan 4) Inspektorat Kabupaten Cirebon telah melakukan pengecekan ulang dalam hal kerugian negara di Desa Sarajaya.

Baca Juga :  Bappeda Kab Bekasi Raih Penghargaan Reformasi Birokrasi Terbaik

“Pada minggu kemarin tepatnya hari kamis 22 November 2018, pihak Inspektorat melalui inspektur pembangunan 4 sudah turun.”

Masih menurut Bahrun, pihak pemerintah Kecamatan sudah berusaha maksimal dalam pembinaan. Tegasnya pada media rakyatjabarnews.com saat ditemui diruang kantornya.(ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawali Bekasi Jenguk Korban Ledakan Cimuning, 2 Orang Dirawat di ICU
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !