Pemkab Bekasi Bidik Pajak Air Tanah, Ribuan Perusahaan Siap Diawasi

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja saat memimpin rapat penertiban pajak air tanah bersama perangkat daerah dan unsur pentahelix di Gedung Bupati Bekasi, Jumat (29/5/2026), sebagai langkah mengoptimalkan PAD Kabupaten Bekasi.

i

Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja saat memimpin rapat penertiban pajak air tanah bersama perangkat daerah dan unsur pentahelix di Gedung Bupati Bekasi, Jumat (29/5/2026), sebagai langkah mengoptimalkan PAD Kabupaten Bekasi.

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai bergerak serius mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menyoroti sektor pajak air tanah yang selama ini dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal.

Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya rapat persiapan penertiban pajak air tanah dalam rangka sinergitas optimalisasi PAD yang berlangsung di Ruang Rapat KH Mamun Nawawi, Gedung Bupati Bekasi, Jumat (29/5/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, perangkat daerah terkait, unsur Satpol PP, akademisi, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh masyarakat, hingga insan media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam membangun pengawasan dan pengelolaan pendapatan daerah secara kolaboratif melalui pendekatan pentahelix.

Baca Juga :  Tak Hanya Memberi Modal, Ini Bukti Kepedulian PNM dan BRINS

Dalam arahannya, dr. Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa penguatan PAD tidak bisa hanya dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

“Di Pemerintah Kabupaten Bekasi ini tidak ada yang superman, tetapi yang ingin kita bangun adalah super team. Karena itu kami melibatkan seluruh unsur pentahelix mulai dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, media, ormas hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Menurutnya, Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia memiliki potensi penerimaan pajak yang sangat besar. Ribuan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut menjadi sumber pendapatan yang harus dikelola secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian serius adalah pajak air tanah. Pemerintah daerah menilai masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar Resmi Mendatangani MoU Tingkatkan Kualitas PJU

“Potensi kita sangat besar. Karena itu perlu pengawasan dan keterlibatan bersama agar seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergali secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr. Asep menjelaskan, optimalisasi PAD menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu serta adanya penyesuaian transfer anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya memperkuat sumber-sumber pendapatan daerah agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.

“Mudah-mudahan dengan penggalian potensi pendapatan asli daerah ini, Kabupaten Bekasi tetap stabil dan mampu menjaga pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  14 Tahun Pakai Daihatsu Terios, Pemilik Ini Tempuh 109 Ribu Km dan Tetap Setia

Tak hanya pajak air tanah, Pemkab Bekasi juga akan mengoptimalkan berbagai sumber PAD lainnya seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media, Pemkab Bekasi berharap kesadaran serta kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan daerah semakin meningkat.

“Tujuannya adalah bagaimana seluruh elemen bisa bersama-sama menyuarakan dan menjalankan kewajiban demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi serta mewujudkan Bekasi bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkas dr. Asep Surya Atmaja.

Langkah penertiban pajak air tanah ini menjadi salah satu strategi penting Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus memastikan pembangunan berkelanjutan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB