Ahli Ungkap Berbagai Kemungkinan Ancaman yang Bikin Bumi Hancur

- Redaksi

Minggu, 1 Januari 2023 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

i

Ilustrasi.

Disantap Lubang Hitam

Lubang Hitam atau black hole super besar banyak ditemukan di antariksa. Lubang ini perlahan terus-menerus memakan benda langit seukuran Bumi setiap detiknya sehingga bisa menyebabkan kiamat jika melahap bumi.

Para astronom menemukan Lubang Hitam itu tumbuh begitu cepat dan bersinar 7.000 kali lebih terang dari seluruh penghuni di Bima Sakti. Mereka juga menyebut Lubang Hitam tersebut tumbuh paling cepat dalam 9 miliar tahun terakhir.

Lubang hitam itu dinamai SMSS J114447.77.430859.3 atau disingkat J1144. Lubang itu berjarak 7 miliar tahun untuk melahap Bumi.

J1144 memiliki massa 2,6 miliar kali massa Matahari atau 500 kali lebih besar dari Sagitarius A, lubang hitam terbesar di Bima Sakti.

Biasanya lubang hitam tidak dapat dilihat karena tidak memancarkan cahaya. Namun para astronom dapat melihat lubang hitam karena gravitasinya yang kuat menarik materi menuju cakrawala.

Baca Juga :  Bahrudin SE, Resmikan Balai Warga Posyandu Bumi Sakinah 1

Lava di perut bumi

Benda-benda langit di sekitar Bumi dapat menarik orbit planet yang artinya bisa memberi tekanan hawa panas pada bagian planet untuk meningkatkan panas lapisan tengah bumi, yaitu mantel.

Hawa panas itu harus menemukan cara untuk keluar, dan metode yang paling umum adalah melalui gunung berapi.

Aktivitas vulkanik dapat secara signifikan mempengaruhi lingkungan planet. Partikel gas dan debu yang dibuang ke atmosfer oleh gunung berapi dapat memengaruhi atmosfer planet, mendinginkan planet, dan melindunginya dari radiasi yang masuk.

Pada 1815, letusan Gunung Tambora tercatat sebagai letusan terbesar dalam sejarah Bumi. Tambora memuntahkan begitu banyak abu sehingga menurunkan suhu global, membuat tahun 1816 disebut sebagai “tahun tanpa musim panas”.

Gunung berapi juga dapat menyebabkan efek sebaliknya, yaitu pemanasan global. Hal itu karena pemanasan global melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer.

Letusan gunung berapi yang sering dan besar dapat memicu efek rumah kaca yang tak terkendali, yang akan mengubah dunia layak huni seperti Bumi menjadi sesuatu yang lebih mirip Venus. (*)

Baca Juga :  Kapolres Metro Bekasi Apresiasi Giat TMMD

Sumber : cn Indonesia

Baca Juga :  Sederet Penghargaan Diraih oleh Pemkot Bekasi di Tahun 2021
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru