KABUPATEN BEKASI – PT Fajar Surya Wisesa Tbk atau Fajar Paper tengah menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan limbah hasil produksi. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menata aktivitas kendaraan pengangkut agar lebih tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan.
Perwakilan Fajar Paper, Thomas Kosim, menjelaskan rencana tersebut usai mengikuti audiensi dengan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (7/9/2026).
Thomas mengatakan, salah satu konsep yang disiapkan adalah membangun area khusus atau terminal sehingga truk tidak perlu melakukan proses loading di pinggir jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dibuat terminal, bagus juga. Jadi semua truk masuk dulu, kemudian loading dilakukan di dalam,” ujar Thomas.
Menurutnya, konsep tersebut akan membuat aktivitas kendaraan lebih teratur. Truk yang membawa maupun mengangkut material nantinya diarahkan masuk ke area yang telah disediakan sebelum menjalankan proses bongkar muat.
“Daripada masuk atau loading di pinggir jalan, semua truk masuk dulu, kemudian proses loading dilakukan di dalam,” katanya.
Thomas menambahkan, penataan tersebut juga berkaitan dengan akses kendaraan menuju kawasan perusahaan. Mengingat akses berada di jalan nasional, pihak perusahaan memastikan proses pembukaan median maupun akses keluar-masuk telah dikoordinasikan dengan instansi berwenang.
“Karena ini jalan nasional, pembukaan median dan jalan masuk itu semuanya melalui izin. Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait,” ujarnya.
Audiensi dengan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi sendiri membahas pembangunan fasilitas pengolahan limbah Fajar Paper, termasuk aspek perizinan dan lingkungan.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengolah limbah hasil produksi kertas yang tidak dapat kembali digunakan sebagai bahan baku, termasuk limbah yang mengandung campuran plastik dan material lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi III juga melakukan klarifikasi dan peninjauan untuk memastikan pembangunan fasilitas berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Thomas memastikan Fajar Paper terbuka terhadap proses pengawasan dan koordinasi dengan DPRD maupun pemerintah daerah.
“Kami tentu terbuka untuk koordinasi dan memastikan proses pembangunan maupun operasionalnya berjalan sesuai aturan,” kata Thomas.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengelolaan limbah, tetapi juga membuat aktivitas kendaraan pengangkut lebih tertata sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat dan pengguna jalan di sekitar kawasan perusahaan.
Dalam audiensi tersebut, Thomas Kosim hadir didampingi sejumlah rekannya dari PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper), yakni Ivan, Denny, Zubastian Rachman, dan Tanto.
(*)






















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.