RakyatJabarNews.com, Jatiwangi – Pasca terjadinya gempa di Tasikmalaya pada hari Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:50 WIB lalu, mulai beredar pesan broadcast yang mengatakan bahwa akan terjadi gempa susulan sebesar 7,5 SR jam 22.30-23.59 hari Minggu (17/12). Di pesan tersebut juga mengatasnamakan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan meminta agar disebarluaskan beritanya agar lebih meyakinkan.
Atas beredarnya pesan broadcast tersebut, pihak BMKG memberikan klarifikasi bahwa pesan tersebut adalah berita bohong, hoax, dan tidak benar.
“Berita itu hanya hoax/isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas,” tulis di akun Instagram BMKG Jatiwangi, Minggu (17/12).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penjelasan selanjutnya di caption akun resmi milik BMKG Jatiwangi tersebut, bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.
“Oleh karena itu, masyarakat diimbau dan diharapkan tidak terpengaruh serta tidak perlu dihiraukan dengan informasi tersebut,” tulis akun resmi BMKG.(Juf/RJN)
























