oleh

Panwaslu Kota Bekasi Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, Selasa (3/4/18) gelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak keterlibatan seluruh elemen masyarakat Kota bekasi terlibat dalam rangka pengawasan jalannya proses Pemilihan Umum (Pemilu).

Ketua Panwaslu Kota bekasi, Novita Ulya Hastuti menyebutkan dalam sosialisasi yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi pemuda, seluruh Panwas Kecamatan serta elemen masyarakat lainnya, adalah upaya mendongkrak partisipasi dalam rangka pengawasan Pemilu.

“Peran dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan dalam rangka pengawasan jalannya proses pemilu. Termasuk pemilu yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur jabar dan walikota dan wakil walikota Bekasi. Dengan harapan Proses demokrasi yang akan dilaksanakan berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas,” kata novita.

Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai tindakan pencegahan dari terjadinya pelanggaran-pelanggaran Pemilu di Kota bekasi, sehingga Pemilu dapat dilaksanakan secara aman tertib lancar, damai. Sehingga Panwaslu Kota bekasi, mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dengan harapan, pelanggaran pemilu semakin berkurang.

“Sosialisasi bertujuan mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Selain dengan membentuk berbagai regulasi terkait pengawasan pemilu, diharapkan pelanggaran pemilu semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran, sebagai suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu,” katanya.

Seluruh elemen masyarakat agar, selalu bersinergi dengan Panwaslu untuk melakukan pengawasan di setiap tahapan pengawasan pemilu. “Pentingnya pengawasan Pemilu partisipatif ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan personal serta daya dukung dan kewenangan Panwaslu.

Lebih lagi pengawasan partisipatif ini akan menutupi kekurangan Panwaslu dalam mengawasi seluruh aspek dan tahapan pemilihan kedepannya, maka diharapkan kepada seluruh masyarakat agar selalu bersinergi dengan Panwaslu Kota bekasi dengan melakukan pengawasan pada tiap tahapan Pemilu yang akan datang,” katanya.

Jika ada informasi awal yang ingin disampaikan, pada prinsipnya Panwaslu Kota bekasi selalu terbuka. “Saya harap masyarakat bisa mengawasi penyelenggaraan pemilu, misalnya pada tahap pemuktahiran data, verifikasi faktual, jadi ketika ada informasi yang ingin disampaikan pada Panwaslu, pada prinsipnya kami selalu terbuka. Bahkan kalau ada yang ingin dilaporkan, kami juga siap,” katanya.

Ketua Panitia sosialiasi pengawasan pemilu partisipatif di Kota bekasi, Tomy Suswanto.SE mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum dikota bekasi.

“Terbitnya undang-undang Nomor 7 tahun 2017 memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia yaitu dengan pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam pengawasan pemilihan umum sesuai dengan jargon Pemilihan Umum Republik Indonesia yakni bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” kata tomy.

Selain dalam upaya terlibat dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu. Partisipasi masyarakat bisa juga dalam bentuk mengedukasi pemilih sebelum memilih calon atau pasangan calon dalam Pemilu.

Bersama-sama membahas visi misi dan program dari kandidat, memberikan suara sebagai pemilih, menghindari golput, ikut serta sebagai relawan pemantau pemilu, menyampaikan hasil pantauan atas pemilu dan memberikan umpan balik terhadap kebenaran informasi Pasangan calon peserta pemilu.(RJN)

Komentar

News Feed