Ridwan Kamil Janjikan Upayakan Tempat Tinggal Buruh di Kawasan Industri

- Redaksi

Rabu, 23 Mei 2018 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan berupaya untuk membuat tempat tinggal bagi buruh di kawasan Industri di Kabupaten Bekasi, dan daerah lain di Jawa Barat. Sebab, persoalan kesejahteraan buruh terbentur biaya ongkos transportasi yang mahal.

“Sepertiga penghasilan buruh di Indonesia habis untuk biaya transportasi,” kata Ridwan Kamil usai berdialog dengan sejumlah buruh di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (22/5/2018).

Dia merinci, beban transportasi buruh meliputi beli kendaraan, bahan bakar minyak menyesuaikan tempat tinggal dengan tempat bekerja. Menurut dia, buruh saat ini tidak efisien karena jarak tempat kerja dengan tempat tinggal cukup jauh.

“Kerja di Kabupaten Bekasi, tinggalnya di Kota Bekasi,” ungkap pria yang biasa disapa Emil itu.

Wali Kota Bandung nonaktif ini mengatakan, selain membuat tidak efisien, jarak yang jauh juga membuat buruh stres. Sebab, perjalanan membutuhkan waktu tak sedikit, belum lagi ketika jalan yang dilintasi macet.

Baca Juga :  RAOS Hadiri Sosialisasi Undang-Undang Komisi IV di Desa Sindangkerta

“Sehingga waktu santai bersama dengan keluarga cukup sedikit karena habis di jalan,” ucap Ridwan Kamil. 

Karena itu, Kang Emil akan menggagas apartemen untuk buruh di sekitar tempatnya bekerja. Konsep itu diterapkan di China, di mana tempat tinggal buruh dengan perusahaan berdampingan. 

“Berangkat kerja tinggal jalan kaki atau naik sepeda,” ujar dia.

Konsep itu, kata dia, selain menekan beban pengeluaran para buruh, juga meningkatkan kesejahteraan, beban ongkos sebelumnya bisa ditabung untuk keperluan lain. Adapun perusahaan juga tidak mendapatkan tekanan melalui upah minimum yang selalu naik.

Baca Juga :  KPU Jabar Lakukan Persiapan Coklit

“Karena kenaikan UMR ada batasannya, ketika perusahaan tidak mampu akan memilih pindah,” tegas dia.

Menurut Kang Emil, hal itu sudah terjadi. Banyak perusahaan pindah ke daerah di Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang notabene nilai upah selisih Rp 1,5 juta dibanding di Bekasi.

“Nanti kalau sudah jadi Gubernur, akan dibicarakan dengan kawasan, konsepnya apartemen milik dengan harga beli semurah-murahnya,” Ridwan Kamil menandaskan.
(Ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran
Musrenbang RKPD 2027 Bekasi Fokus Pembangunan Merata

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Sabtu, 11 April 2026 - 09:57 WIB

Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !