Masih kata Darman, pihaknya terus melakukan pembenahan untuk terus menerapkan adanya tranformasi digital dimaksud guna mengikuti era perkembangan zaman berkaitan dengan penerbitan sertifikat tanah secara elektronik. Kendati demikian, untuk proses penerbitan sertifikat elektronik butuh proses yang cukup lengkap, yakni seperti akurasi data dan memvalidasi kembali kelengkapan surat-surat bidang tanah dimaksud.
“Untuk menerbitkan sertifikat elektronik nya itu butuh pemutahiran data, memvalidasi ulang data berupa bidang-bidang tanah nya sehingga jika sudah terbit sertifikat elektronik tidak ada lagi indikasi-indikasi over lead, kecuali secara fisik ada masalah, Tapi secara dasar adalah itu validasi kepemilikan sudah dicek, baik tekstual termasuk substansinya,” kata dia.
Darman menyampaikan layanan digital sertifikat elektronik ini diimplementasikan bertujuan guna memudahkan masyarakat untuk mengurus sertifikat tanah secara online dan di pandu oleh petugas di kantor BPN Kabupaten Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, Sebanyak 1,4 juta sertifikat tanah yang terdata pada Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi, secara bertahap akan beralih wujud dari dokumen fisik menjadi elektronik dengan persyaratan dan ketentuan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















