Kabupaten Bekasi – Mengisi masa liburan sekolah dengan kegiatan positif dan kreatif, komunitas tari Ratu Dansa menggelar Holiday Dance Event yang berlangsung meriah di Perumahan Puri Lestari, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan yang digelar selama 90 menit, mulai pukul 10.00 WIB, diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari anggota Ratu Dansa serta pendaftar umum. Peserta berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu yang memiliki kesamaan hobi di bidang seni tari.
Founder Ratu Dansa, Dhita Ruspendi, mengatakan kegiatan ini menjadi alternatif positif bagi anak-anak selama liburan sekolah agar tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menghadirkan kegiatan liburan yang seru, edukatif, dan membangun kreativitas. Ratu Dansa bukan hanya tentang menari, tetapi juga tentang proses belajar, percaya diri, dan mengekspresikan diri melalui seni,” ujar Dhita Ruspendi.
Sinergi Seni Tari dan Seni Rupa
Dalam Holiday Dance Event ini, para peserta mendapatkan pengalaman unik dengan mempelajari Tari Kipas ala Latin (Flamenco Dance).
Menariknya yang digunakan bukan kipas biasa, melainkan hasil prakarya buatan peserta sendiri dan tutor melukis Mrs. Amel dari Bimbel Melukis Dunia Warna.
Konsep ini menghadirkan sinergi antara seni tari dan seni rupa, sehingga peserta tidak hanya bergerak mengikuti irama, tetapi juga terlibat dalam proses kreatif sejak awal.
“Anak-anak jadi belajar bahwa seni itu saling berkaitan. Mereka membuat properti tari sendiri, lalu menggunakannya saat menari. Ini melatih kreativitas, motorik, dan rasa bangga terhadap karya sendiri,” tambah Dhita.
Dancer Award 2025.
Selama sesi pembelajaran dan praktik menari, tim pengajar Ratu Dansa juga melakukan penilaian untuk menentukan penerima Ratu Dansa Dancer Award 2025. Terdapat lima kategori penghargaan yang diberikan, yakni:
Best Performance, Smart Dancer, Confident Dancer, Enthusiastic Dancer dan Cutest Dancer.
Penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi sekaligus memotivasi peserta agar semakin percaya diri dan bersemangat dalam menari.
Wadah Pengembangan Minat dan Bakat
Sebagai komunitas seni, Ratu Dansa menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, dan ibu-ibu untuk mengembangkan minat serta bakat di bidang tari. Beragam genre tari dapat dipelajari bersama, mulai dari tari tradisional, tari modern, kreasi nusantara, line dance, hingga berbagai jenis tarian populer lainnya.
Koreografi yang diajarkan dirancang agar dapat dibawakan oleh anak usia dini, namun tetap memiliki nilai estetika dan keindahan ketika ditarikan oleh peserta usia remaja maupun dewasa, sesuai dengan teori gerak dan formasi yang benar.
“Ratu Dansa terbuka untuk siapa saja. Kami ingin menciptakan ruang aman dan menyenangkan untuk belajar menari tanpa batas usia,” tutup Dhita Ruspendi. (*)





















