Kota Bekasi – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah dalam menatap perjalanan pembangunan sekaligus menyusun langkah strategis ke depan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri rangkaian perayaan HUT Kota Bekasi di Alun-Alun Kota Bekasi, Rabu (11/3).
Dalam sambutannya, Tri menyampaikan bahwa selama hampir tiga dekade perjalanan Kota Bekasi, berbagai capaian pembangunan telah berhasil diraih. Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama untuk mewujudkan pembangunan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih dan bisa kita persembahkan, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Kota Bekasi tidak hanya bergantung pada peran pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Tri mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Ini hanya bisa dilakukan apabila masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Pemerintah tentu hanya menggelorakan semangatnya, tetapi masyarakatlah yang bergerak bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tri mengatakan bahwa masyarakat Kota Bekasi kini tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan. Melalui berbagai program pemberdayaan yang digulirkan pemerintah, warga justru didorong menjadi aktor utama pembangunan di lingkungannya.
Salah satunya melalui program bantuan Rp100 juta per RW dalam skema Lingkungan RW Keren (Lingkar Keren) yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam merancang dan melaksanakan pembangunan di wilayahnya.
“RW hari ini menjadi garda terdepan. Mereka menjadi kekuatan inti dalam proses pembangunan. Masyarakat tidak lagi hanya sebagai penonton, tetapi sudah menjadi subjek sekaligus objek dari proses pembangunan itu sendiri,” tegas Tri.
Ia juga menyoroti pentingnya proses perencanaan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Menurutnya, forum tersebut harus dimaknai sebagai langkah awal yang serius dalam menyusun program pembangunan daerah, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi optimistis berbagai target pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat diwujudkan secara bertahap dalam lima tahun ke depan.
“Dengan kebersamaan dan partisipasi masyarakat, kita optimistis pembangunan Kota Bekasi akan terus bergerak maju,” pungkasnya. (*)










