Kunker Ke DPRD Kota Bekasi, Ini Jadi Pembelajaran Buat Kami

- Redaksi

Selasa, 15 Mei 2018 - 16:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Sekretariat DPRD Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dan Sekretariat DPRD Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/5/2018) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Bekasi.

Kunjungan kedua daerah ini sangat tertarik dengan perkembangan dengan Kota Bekasi. Sehingga menjadi perhatian daerah lain, khususnya Kabupaten Pandeglang dan Kota Kupang.

Kunjungan kerja sekretariat DPRD dua daerah ini diterima langsung oleh Ketua Baperda DPRD Kota Bekasi, H. Abdul Muin Hafidz yang membidangi anggaran dan pengelolaan pedagang kaki lima (PKL), serta pasar tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

H. Abdul Muin Hafidz yang merupakan anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi yang juga anggota Fraksi PAN ini didampingi anggota Komisi III lainnya, Eni Widhiasuti yang merupakan Fraksi PDIP.

“Kota Bekasi adalah kota penyangga ibu kota DKI Jakarta, dan kami selalu mengontrol anggaran dan pendapatan asli daerah (PAD), seperti pajak restoran, parkir, dan BPHTB. Namun diprioritaskan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung,” kata H. Abdul Muin Hafidz saat menerima kunjungan kedua daerah tersebut.

Muin mengatakan, prioritas belanja langsung ini untuk mengantisipasi, (pertama) kemacetan, (kedua) permukiman, (ketiga) untuk Kartu Bekasi Sehat (KBS). Anggran untuk kesehatan tahun ini sebesar Rp 300 miliar. Setiap tahun ada peningkatan, dan (keempat) adalah pendidikan,” katanya.

Baca Juga :  Dampingi Menko PMK, Plh Bupati Bekasi Hadiri Peluncuran Gerakan Nasional Pasraman

Mendapat penjelasan yang cukup detail dari Abdul Muin, anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon yang merupakan anggota Fraksi Golkar, mengatakan, maksud kedatangan rombongan DPRD Kota Kupang ke Kota Bekasi adalah untuk sharing program dan penggunaan APBD 2018.

“Kota Kupang adalah ibu Kota Provinsi NTT, dan kami sangat tertarik dengan perkembangan Kota Bekasi. Oleh karena itu, kunjugan ini kami ingin mengetahui lebih detail terkait pengelolaaan anggaran dalam industri dan perdagangannya,” kata Yoseph.

Diakuinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan DPRD Kota Kupang masih mengalami kesulitan dalam mengelola anggaran, khususnya untuk mempercantik dan menata sebuah pusat perbelanjaan, seperti pasar tradisional.

“Saat ini anggaran Kota Kupang prioritas penanganan PKL dan penataan kota. Kami ingin, supaya Kota Kupang itu bisa lebih rapih. Kami selama ini belum bisa menata hal tersebut dengan baik tentang penataan dan pelaku usaha,” jelasnya.

Baca Juga :  Seluruh Kepala Sekolah SMK dan SMA Untuk Hadir di Kantor Walikota Bekasi Besok

“Para pedagang juga harus di tata, dan tentunya akan menghasilkan PAD untuk Kota Kupang. Yang kedua, terkait pasar tradisonal, kami akui tidak bisa panjang lebar memaparkannya. Karena perbedaan penataan pasar tradisional di Kota Bekasi sudah baik menghasilkan PAD dengan Kota Kupang perbedaannya sangat jauh bagaikan langit dan bumi,” tambahnya.

Sekretaris DPRD Kabupaten Panegglang Banten, H. E. Sutisna, mengatakan, Sekretariat DPRD Kabupaten Pandeglang mendampingi anggota Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kabupaten Pandeglang.

“Kami ingin mengetahui sistem pengelolaan anggaran oleh Pemkot Bekasi melalui badan eksekutif DPRD Kota Bekasi yang membidangi anggaran. Kami dari DPRD Kabupaten Pandeglang akan menyusun perubahan anggaran di bulan Juni 2018 mendatang,” kata Sutisna kepada RakyatJabarNews.com.

Oleh karena itu, kata Sutisna, untuk memfasilitasi kegiatan para wakil rakyat ini, Sekretariat DPRD Kabupaten Pandeglang mendampingi anggota Banggar dalam rangka menimba pengalaman, saling komunikasi terkait anggaran. Semua anggota Banggar sebanyak 21 orang dan pendamping 8 orang.

“Harapannya dengan kunker ini, dari sisi perencanan penganggaran di Kabupaten Pandeglang bisa lebih baik lagi. Meskipun dari aspek anggaran APBD Kabupaten Pandeglang dan Kota Bekasi tidak sama, namun saya melihat perencanaan di Kota Bekasi ini sangat bagus,” jelasnya.

Baca Juga :  GMNI Kota Bekasi :DPRD Kota Bekasi Jangan Hanya Sibuk Euforia Saja !

Menurut Sutisna, Kabupaten Pandeglang terdiri dari 34 kecamatan, dan akan ada pemekaran kecamatan baru. Sementara anggran di Pandeglang lebih banyak ke pembangunan infrastuktur.

“Namun anggarannya masih relatif kecil. Namun kami membagi APBD dengan kebutuhan belanja pegawai, kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai perkembangan Kota Bekasi, Sutisna mengaku sering berkunjung ke Kota Bekasi saat libur sekaligus monitoring perkembangan Kota Bekasi yang sudah jauh bagus pembangunannya.

Diakuinya, program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang adalah destinasi pariwisata Pantai Anyer. Bahkan dalam waktu dekat akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Lesung. Dan nantinya akan dibangun akses jalan tol yang merupakan program Nasional. Tentunya itu akan menunjang sektor wisata di Pandeglang. Jika PAD pariwisata baik, maka perekonomiannya pun akan baik.

“Kami berharap dengan adanya kunjungan kerja ini, DPRD Kabupaten Pandeglang dengan DPRD Kota Bekasi dan Pemkot Bekasi terus bersinergi dan komunikasi yang baik. Kami yakin, suatu saat Pemkot Bekasi akan berkunjung ke Pandeglang,” ungkapnya.(ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIB

277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB