Ade mengemukakan, mereka yang telah diberikan pemahaman kaitan hal tersebut, diharapkan dapat menjadi duta atau agen dari KPA yang bisa menyebarluaskan informasi dan pengetahuan mengenai Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan HIV/AIDS tanpa harus melibatkan KPA Kabupaten Bekasi.
“Di tahun 2022 juga, ada beberapa perwakilan pelajar tingkat SMA, yang kita jadikan kader sebagai kepanjangan tangan KPA, di event berikutnya mereka bisa sosialisasi secara mandiri, mereka juga sering datang ke KPA untuk meningkatkan kapasitas pemahaman,” jelasnya.
Ade berharap ke depan peran edukasi di kalangan pelajar tidak hanya dilakukan stakeholder terkait. Tetapi para pelajar ini bisa mengedukasi kepada teman sebaya di kalangan mereka sendiri.
Menurut Ade ke depan apabila para pelajar menemukan di lingkungan mereka ada yang terindikasi HIV, mereka tidak akan melakukan hal-hal yang mendiskriminasi orang tersebut.
“Dan harapan kami apabila ada dari mereka sudah terindikasi HIV di sekolahnya, ini sudah tidak ada lagi diskriminasi di kalangan mereka,” pungkasnya. red
Halaman : 1 2










