PDIP dan Wabup Kuningan Beda Pendapat Soal Nasib PDAU

- Redaksi

Kamis, 20 Juni 2019 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Fraksi Restorasi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kuningan mengusulkan agar Perusahaan Dagang Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan dibubarkan. Sebab selama ini, PDAU kurang berkontribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan.

“Kami Fraksi Restorasi PDI Perjuangan mengusulkan agar PDAU dibubarkan saja,” kata Ketua Fraksi Restorasi PDI Perjuangan, Nuzul Rachdy dalam PU fraksinya, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, sejak PDAU didirikan berdasarkan Perda Kabupaten Kuningan nomor 08 tahun 2009 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Aneka Usaha Kabupaten Kuningan, hingga kini PDAU tidak pernah memberikan kontribusi yang berarti bagi daerah. Padahal dengan didirikan PDAU dapat menopang PAD Kabupaten Kuningan.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda. Bagi Wabup Edo, sapaan akrabnya, bahwa PDAU harus diselamatkan karena salah satu badan hukum usaha yang bergerak di perekonomian daerah.

“Oh harus, karena PDAU itu merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Jadi harus diselamatkan, dan saya yakin semua pihak juga bersepakat untuk mempertahankan PDAU,” ujarnya.

Baca Juga :  Letkol Kav Tofan Tri Anggoro Mengecek Persiapan Rencana Serah Terima

Hanya saja, Ia berpendapat, harus ada restrukturisasi PDAU bagi pegawai yang tidak memiliki kinerja tinggi.

“Kita harus bisa menggantikan mungkin adanya orang-orang yang kurang maksimal atau sebagainya, ataupun ada pengurangan pekerja untuk efisiensi yang bisa meningkatkan kinerja dari PDAU itu sendiri,” terangnya.

Bahkan ke depan, pihaknya akan merubah badan hukum PDAU menjadi Perumda atau Perusahaan Umum Daerah.

“Jadi mereka (PDAU) bebas mencari potensinya sendiri dalam mengembangkan usahanya. Justru PDAU nanti akan diberikan keleluasaan untuk meng-eksplore Kabupaten Kuningan, apa saja potensi yang dapat berdaya hasil misalnya seperti pariwisata, pertanian dan lainnya,” sebutnya.

Baca Juga :  Tri Adhianto Hadiri Ground Breaking Pembangunan RSU Bunda Vida Bekasi

Dia menilai, jika target yang ditetapkan pemerintah daerah selalu tidak tercapai oleh PDAU, dimungkinan ada beberapa faktor yang tidak bisa dipenuhi.

“Tapi menurut saya sih bukan tidak bisa dipenuhi, tapi harus ditangani secara baik dan harus ada campur tangan juga dari pemerintah daerah selaku pemilik. Akhirnya nanti dapat mencapai target terhadap peningkatan PAD,” pungkasnya. 

(dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terbaru