KOTA BEKASI – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, di Pendopo Wali Kota Bekasi, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kedua pihak memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog serta bertukar informasi terkait tata kelola pemerintahan dan strategi peningkatan pendapatan daerah.
Dalam pertemuan itu, Harris Bobihoe didampingi sejumlah perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan agenda pembahasan. Kehadiran para kepala perangkat daerah menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik kepada daerah lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus utama kunjungan kerja DPRD Kota Banjarbaru adalah menggali informasi terkait upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui pengembangan sektor pariwisata serta implementasi regulasi pajak daerah dan retribusi daerah.
Selain membahas aspek regulasi, rombongan DPRD Kota Banjarbaru juga mengumpulkan berbagai data dan informasi mengenai perkembangan daerah, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, hingga potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah.
Plh Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemerintah daerah.
Menurutnya, pertukaran informasi dan pengalaman menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta dinamika ekonomi yang terus berkembang.
“Hasil dari kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan, khususnya dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap hubungan kerja sama antar daerah semakin erat sehingga mampu menciptakan inovasi dan kebijakan yang berdampak positif bagi pembangunan daerah masing-masing.
(*)









