Kekeringan Meluas di Kabupaten Bekasi, Lebih dari 17.000 Warga Terdampak

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengantre mengambil bantuan air bersih yang didistribusikan BPBD Kabupaten Bekasi di salah satu wilayah terdampak kekeringan. Hingga 19 Juli 2026, lebih dari 1 juta liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga di lima kecamatan.

i

Warga mengantre mengambil bantuan air bersih yang didistribusikan BPBD Kabupaten Bekasi di salah satu wilayah terdampak kekeringan. Hingga 19 Juli 2026, lebih dari 1 juta liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga di lima kecamatan.

EKASI, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Hingga Minggu (19/7/2026) pukul 23.00 WIB, total lebih dari 1.001.000 liter air bersih telah didistribusikan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta sejumlah perusahaan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, bencana kekeringan kini telah meluas ke 49 titik yang tersebar di 10 desa di lima kecamatan, yakni Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Selatan, dan Pebayuran.

Akibat krisis air bersih tersebut, sebanyak 5.776 kepala keluarga (KK) atau sekitar 17.047 jiwa terdampak dan membutuhkan pasokan air bersih.

Dari total distribusi air bersih yang telah dilakukan, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 651.000 liter, PMI sebanyak 290.000 liter, Deltamas 33.000 liter, BBWS 24.000 liter, serta PT Hyundai 3.000 liter.

Wilayah yang paling banyak mengalami kekeringan berada di Kecamatan Cibarusah, dengan 12 titik distribusi yang meliputi sembilan titik di Desa Ridogalih dan tiga titik di Desa Cibarusah Jaya.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah Haji Bekasi Berangkat 8 Kloter, Ini Jadwalnya

Sementara itu, di Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih terjadi di Desa Nagasari dengan delapan titik distribusi dan Desa Sukasari satu titik.

Di Kecamatan Bojongmangu, kekeringan melanda empat desa, yakni Desa Sukamukti satu titik, Desa Sukabungah satu titik, Desa Medalkrisna sembilan titik, serta Desa Karang Indah yang menjadi wilayah terbanyak dengan 11 titik.

Adapun di Kecamatan Pebayuran, distribusi air bersih dilakukan di lima titik di Desa Karangsegar. Sementara di Kecamatan Cikarang Selatan, bantuan disalurkan ke satu titik di Desa Sukadami.

BPBD Kabupaten Bekasi memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi kemanusiaan, untuk terus berkolaborasi membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.- Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Hingga Minggu (19/7/2026) pukul 23.00 WIB, total lebih dari 1.001.000 liter air bersih telah didistribusikan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta sejumlah perusahaan.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Paparkan Bantuan Sosial, Proses Surat Tilang PSBB dan dan Penerima DTKS untuk Warga Kota Bekasi

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, bencana kekeringan kini telah meluas ke 49 titik yang tersebar di 10 desa di lima kecamatan, yakni Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Selatan, dan Pebayuran.

Akibat krisis air bersih tersebut, sebanyak 5.776 kepala keluarga (KK) atau sekitar 17.047 jiwa terdampak dan membutuhkan pasokan air bersih.

Dari total distribusi air bersih yang telah dilakukan, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 651.000 liter, PMI sebanyak 290.000 liter, Deltamas 33.000 liter, BBWS 24.000 liter, serta PT Hyundai 3.000 liter.

Wilayah yang paling banyak mengalami kekeringan berada di Kecamatan Cibarusah, dengan 12 titik distribusi yang meliputi sembilan titik di Desa Ridogalih dan tiga titik di Desa Cibarusah Jaya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Luncurkan program SREGEP

Sementara itu, di Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih terjadi di Desa Nagasari dengan delapan titik distribusi dan Desa Sukasari satu titik.

Di Kecamatan Bojongmangu, kekeringan melanda empat desa, yakni Desa Sukamukti satu titik, Desa Sukabungah satu titik, Desa Medalkrisna sembilan titik, serta Desa Karang Indah yang menjadi wilayah terbanyak dengan 11 titik.

Adapun di Kecamatan Pebayuran, distribusi air bersih dilakukan di lima titik di Desa Karangsegar. Sementara di Kecamatan Cikarang Selatan, bantuan disalurkan ke satu titik di Desa Sukadami.

BPBD Kabupaten Bekasi memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi kemanusiaan, untuk terus berkolaborasi membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD : Revisi Perda Desa Tampung Masukan Soal TKD hingga Perangkat Desa
Komisi III Soroti Mangkraknya IPAL, Minta Plt Bupati Segera Bertindak
DLH Kabupaten Bekasi Bantah Temuan Pemborosan BPK, Sopyan: Sewa Alat Berat Justru Hemat Rp1,8 Miliar
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Resmi! Tirta Patriot Ambil Alih Dua Cabang Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Kota Bekasi Masuk Babak Baru
Tsuraya Raih Emas Kejurnas MTB Downhill, Bekasi Bidik Prestasi di Porprov 2026
Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79
BPK Temukan Dugaan Pemborosan Rp24,56 Miliar di DLH Bekasi, FORTALA Desak APH Bertindak

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:12 WIB

Wakil Ketua DPRD : Revisi Perda Desa Tampung Masukan Soal TKD hingga Perangkat Desa

Senin, 20 Juli 2026 - 19:21 WIB

Komisi III Soroti Mangkraknya IPAL, Minta Plt Bupati Segera Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 - 19:04 WIB

DLH Kabupaten Bekasi Bantah Temuan Pemborosan BPK, Sopyan: Sewa Alat Berat Justru Hemat Rp1,8 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 - 15:30 WIB

Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun

Senin, 20 Juli 2026 - 14:16 WIB

Resmi! Tirta Patriot Ambil Alih Dua Cabang Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Kota Bekasi Masuk Babak Baru

Berita Terbaru