Jalan Berlubang dan Rusak Berat, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

- Redaksi

Selasa, 7 November 2017 - 16:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kondisi Jalan Cipejeuh Kamarang yang berlokasi di Dusun Ciwado RT 01 RW 01 Desa Panambangan Kecamatan Sedong yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon banyak lobang dan rusak berat. Hal tersebut membuat gerah warga setempat dengan melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai ungkapan kekesalan tidak diperbaiki.

Didi warga setempat yang sedang menanam pohon pisang ditengah jalan mengatakan jika kondisi jalan sudah bertahun-tahun tidak di perhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. Saya, warga sangat kesal dengan kondisi jalan berlobang yang tak kunjung diperbaiki. Upaya tanam pohon pisang di tengah jalan tersebut agar Pemerintah terbuka matanya.

Baca Juga :  Camat Karangsembung Terjerat Kasus, Panwaslu Kabupaten Cirebon Siap Pidanakan ASN yang Tidak Netral

“Kami kesal kenapa jalan utama rusak begini tidak segera diperbaiki padahal sudah hampir 5 tahun kondisi jalan berlubang ini makanya kami tanami pohon pisang agar Pemerintah segera melakukan perbaikan, kalau warga diam saja Pemerintah pasti juga diam,” ujarnya saat ditemui awak media hari Selasa (7/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan menurut Emoh pemilik warung yang berhadapan dengan Jalan yang rusak mengatakan, bahwa jalan ini merupakan akses utama untuk menuju kantor Pemerintah Kecamatan Greged namun jalan rusak bertahun-tahun tidak di perhatikan oleh Pemerintah.

“Jalan berlubang ini padahal jalan utama menuju kantor Kecamatan Greged. Seharusnya jalan ini segera diperbaiki agar nyaman dilewati warga, apalagi kendaraan roda 2 harus ekstra hati-hati jika lewat jalan ini karena banyak yang terperosok apalagi lobang disini dalam,” tuturnya.

Baca Juga :  Darmadji: Gay di Kota Banjar Memang Benar Ada

Sedangkan menurut Sumarna warga setempat, sudah berkali-kali dirinya dan rekan pengemudi truk mencoba menutup lobang dengan sirtu dan puin, namun tidak bertahan lama karena hanya sifatnya sementara dan material penutup lobang hilang lagi apalagi di sini jika banjir sebatas lutut.

“Saya dan beberapa pengemudi truk sudah sering menutup jalan berlobang ini dengan sirtu ataupun puin namun tidak bertahan lama material hilang lagi, apalagi jika banjir di sini selutut kaki lobang tertutup air makin berbahaya dilewati penggunaan jalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemdes Cipeundeuy Bangun Pasar Tradisional

Sedangkan menurut Kuwu Greged Yusup, Jalur Cipejeuh Kamarang sebetulnya secara bertahap dilakukan penghotmixan, bahkan 2 tahun ini berturut-turut dibangunnya jalan pada ruas Cipejeuh Kamarang lebih dari 2 kilometer namun diakui jika di perbatasan Desa Greged dan Panambangan belum tersentuh perbaikan.

“Itu merupakan jalan Kabupaten yaitu jalan Cipejeuh Kamarang yang menghubungkan 3 Desa yaitu Desa Greged, Panambangan dan Kamarangp sedangkan yang belum dihotmix panjangnya sekitar 500 meter, mudah mudah Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon bisa segera membangun jalan yang rusak berat agar kenyamanan bisa dirasakan warga penggunaan jalan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru