Guru Besar ITB: Kota Bandung, Belum Layak di Sebut Smart City

- Redaksi

Kamis, 28 September 2017 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bandung – Guru Besar ITB, Profesor Suhono Harso Supangkat mengaku sedang melakukan penilaian terhadap kota di seluruh Indonesia terkait konsep Smart City yang mereka terapkan. Salah satunya di Kota Bandung.

Guru Besar di bidang Teknologi Informasi tersebut menuturkan, Smart City bukan sebuah konsep yang diklaim oleh sebuah kota. Namun, konsep Smart City meski diukur dengan baik yang ujung-ujungnya adalah dampak terhadap peningkata kualitas hidup di kota yang bersangkutan.

“Teknologi dan aplikasi itu hanya salah satu komponen, bukan suatu tujuan. (Kota) Bandung memang giat di pengembangan aplikasi, namun warga dan tata kelolanya, menurut saya, masih perlu dibangun sehingga menyentuh terhadap perubahan yang diinginkan,” ujar Suhono saat dihubungi melalui aplikasi pesan WhatsApp, Rabu (27/9/2017).

Baca Juga :  Diajak Ketemu Petinggi Partai, "Hati-Hati Melangkah Pj. Bupati Bekasi"

Saat ini, lanjut Suhono, Kota Bandung masih dalam tahap menuju Smart City. Partisipasi warga yang terintegrasi dengan sektor-sektor dinilai Suhono masih perlu terus diukembangkan. Selain itu, sektor teknologi informasi dan komunikasi pun masih tetap perlu dikembangkan secara terintegrasi, baik di sisi infrastruktur hingga aplikasi.

“Jadi handicap integrasi dengan warga, antar sektor dan warga dengan sektor-sektor masih perlu dikembangkan di Kota Bandung,” tambahnya.

Untuk penerapan Smart City di sebuah kota, tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. Pasalnya, Smart City bukan hanya masalah aplikasi dan teknologi tetapi perubahan budaya dan perilaku semua komponen di kota tersebut.

“Di kota-kota maju dunia, Smart City itu dirancang lebih dari 5 tahun, bahkan ada yang 10 hingga 20 tahun. Dan di Indonesia kota berbasis pemerintahan masih belum ada menurut ukuran kami. Kalau kota swasta, mungkin sudah dekat,” terangnya.

Baca Juga :  Wujudkan Cirebon Smart City, Pemkot Cirebon Adakan 17 Kesepakatan dengan Swasta

Untuk mengukur pencapaian Smart City, lanjut Suhono, setidaknya terdapat dua indikator utama. Yakni indikator kualitas hidup dan indikator tingkat kematangan pengembangan Smart City.

Indikator kualitas hidup dapat mengukur hasil akhir dari berbagai upaya yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup itu sendiri. Sedangkan indikator tingkat kematangan pengembangan Smart City bisa mengukur sejauh mana tingkat kematangan kita secara efektif, efisien, terintegrasi, berkelanjutan dan terukur untuk menghasilkan layanan kepada warganya.

“Komponen-komponen kota dapat dijadikan titik acuan dalam mengukur pencapaian Smart City. Dari aspek sumber daya dan enabler, dapat ditelusuri berapa banyak potensi sumber daya kota yang sudah dimanfaatkan dan apakah enabler telah menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Dari aspek pengembangan dan pengelolaan, dapat dievaluasi bagaimana pemerintah kota mengelola semua potensi kota dan manajemen potensi tersebut untuk menciptakan layanan yang berkualitas. Dan dari aspek layanan kota, dapat dilihat layanan apa saja yang sudah diberikan pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hidup warganya,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Tandatangani Nota Kesepakatan Gerakan Menuju Smart City

“Pada akhirnya, konsep Smart City mengajarkan kepada kita jika setiap orang memiliki perannya masing-masing untuk mengusahakan kepentingan komunal. Sebuah kemajuan yang signifikan tidak akan tercapai selama pihak-pihak terkait masih saling menyalahkan, tapi kemajuan akan terwujud apabila pihak-pihak terkait saling bersinergi dan bahu-membahu mengupayakan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya.(asp/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Tri Adhianto Ajak Sahabat MUI Berantas Judi Online dan Perkuat Pembinaan Sosial
2.416 KK di Bekasi Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 575 Ribu Liter Air Bersih ke 20 Titik
DPRD Kabupaten Bekasi Revisi Perda Desa, Sesuaikan dengan UU Desa Terbaru
Plt. Bupati Bekasi Akan Panggil Direktur RSUD, Soroti Pelayanan hingga Kondisi Keuangan
Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal
Wali Kota Bekasi Dukung Pendataan BPS

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:48 WIB

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:48 WIB

Tri Adhianto Ajak Sahabat MUI Berantas Judi Online dan Perkuat Pembinaan Sosial

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:06 WIB

2.416 KK di Bekasi Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 575 Ribu Liter Air Bersih ke 20 Titik

Senin, 13 Juli 2026 - 23:43 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Revisi Perda Desa, Sesuaikan dengan UU Desa Terbaru

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kepala Desa Burangkeng Nemin Bin H. Sain.

Pilkades

Kades Burangkeng Minta Perda Desa Tak Tergesa-gesa

Kamis, 16 Jul 2026 - 19:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami