Bekasi — Direktur Utama PT Mitra Patriot (Perseroda), David Rahadja, memberikan penjelasan mengenai video yang beredar dan menarasikan bahwa Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, tertidur saat menghadiri rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi.
David, yang duduk bersebelahan dengan Ali selama rapat, menyampaikan bahwa informasi dalam video tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa sejak awal rapat, Ali Imam Faryadi mengikuti jalannya pembahasan dengan serius.
“Beliau mengikuti rapat dengan baik sejak awal. Aktivitas beliau pada hari itu cukup padat, sehingga mungkin terasa lelah ketika rapat sedang diskors,” jelas David, Selasa (25/11).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
David menambahkan bahwa sebelum menghadiri rapat ekspose Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026, Ali Imam Faryadi baru saja menyelesaikan perjalanan dinas ke Sukabumi.
“Kami berangkat bersama. Saya menginap, sementara Pak Ali langsung kembali ke Bekasi pada hari yang sama. Mungkin kelelahan muncul dari perjalanan tersebut,” ungkapnya.
Ia juga membenarkan bahwa momen dalam video yang beredar terjadi saat masa jeda rapat. “Ketika rapat diskors, ada suara azan dari masjid sekitar. Di waktu itu beliau mungkin memanfaatkan kesempatan untuk beristirahat sejenak. Saya berada tepat di samping beliau dan melihat bahwa selama rapat resmi berlangsung, beliau sangat fokus,” tuturnya.
Penjelasan serupa disampaikan Sekretaris Pansus 8 DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, yang saat itu memimpin jalannya rapat. Ia menegaskan bahwa video tersebut direkam pada saat rapat dihentikan sementara untuk break waktu Ashar.
“Tidak benar jika dikatakan beliau tertidur saat rapat resmi berlangsung. Kejadian itu terjadi ketika rapat sedang diskors,” tegas Misbahudin.
Sebagai pimpinan rapat, Misbahudin menyebut bahwa seluruh peserta, baik dari jajaran BUMD maupun tim pendukung, telah mengikuti rapat dengan tertib dan profesional.
“Saya melihat seluruh peserta mengikuti rapat dengan penuh tanggung jawab, termasuk Dirut Perumda Tirta Patriot,” ujarnya.
Dengan adanya penjelasan ini, baik PT Mitra Patriot maupun Pansus 8 berharap informasi yang beredar dapat dipahami secara proporsional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. (*)





















