Bawaslu Kabupaten Bekasi Rilis Pemetaan Indeks Kerawanan Pilkada Serentak 2024

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024 - 10:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Bekasi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi melakukan pemetaan kerawanan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2024.

Acara yang dirangkaikan dengan sosialisasi pengawasan partisipatif tersebut digelar di Grande Valore Hotel Jababeka, Cikarang Selatan, pada Selasa, (05/11/2024).

Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi menyampaikan ada 3 dimensi yang menjadi tolak ukur dari pemetaan Indeks Kerawanan Pemilihan Serentak tahun 2024 di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, yakni dimensi sosial-politik, dimensi kontestasi, dan penyelenggaraan Pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Akbar, secara detail dimensi tersebut mencakup keamanan, kampanye calon dan pelaksanaan pemungutan suara. Tetapi secara nasional, Kabupaten Bekasi masih berada pada wilayah Rawan-Sedang.

“Jadi memang tidak banyak Indeks Kerawanan Pemilu seperti yang dikeluarkan Bawaslu RI. Ini kami potret dari kecamatan dan desa yang memang ada persoalan pada Pemilu 2019, Pemilu 2024, dan Pilkada 2016-2017,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bank Sampah MasDul di Telaga Murni Menjadi Pilot Project

Akbar mengemukakan, ada 7 kecamatan yang masuk kategori rawan tinggi di Kabupaten Bekasi yaitu, Kecamatan Cibitung, Cabangbungin, Tambun Utara, Tambun Selatan, Pebayuran, Cikarang Barat dan Tarumajaya.

Akbar menyebutkan, di Cibitung pernah ada Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di tahun 2024 lalu, banyaknya posko yang dekat posko pemenangan peserta Pemilu dan soal data pemilih.

“Ini kan karena di sana padat penduduk ya, crowded juga untuk data pemilihnya,” sambungnya.

Sementara di Kecamatan Cabangbungin, ada permasalahan rawan banjir dan kekurangan logistik. Rata-rata di 7 kecamatan ini ada gugatan PHPU, dan keterlambatan maupun kekurangan logistik.

Kecamatan lainnya yang memiliki klasifikasi Rawan-Sedang di antaranya, Kecamatan Bojongmangu, Cikarang Pusat, Cibarusah, Sukakarya, Tambelang, Serang Baru, dan Sukawangi.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Tertibkan 515 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Cikarang Utara

Permasalahannya ada pada persoalan data Pemilu yang berkaitan dengan jaringan internet, kemudian Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan banjir, dan wilayah perbatasan.

“Rawan-Sedang lainnya yaitu Muaragembong, Rawan banjir rob ada 2 desa, kendala jaringan internet dan intimidasi penyelenggara Pemilu ini terjadi pada Pemilihan 2016-2017 ada PTPS kami yang diintimidasi oleh oknum KPPS,” jelasnya.

Kemudian Kecamatan Babelan, wilayah rawan banjir, persoalan data pemilih dan kekurangan keterlambatan logistik. Sementara Cikarang Selatan persoalannya ada pada wilayah dekat dengan Industri.

“Kecamatan Cikarang Timur di tahun 2019, itu ada masalah di rekap hasil Pemungutan Suara, wilayah rawan banjir, riwayat gudang logistik terendam banjir,” tuturnya.

Kecamatan Kedungwaringin, keterlambatan TPS dibuka, keterlambatan logistik dan rawan banjir. Kecamatan Cikarang Utara, masalahnya ada di kekurangan keterlambatan logistik pada 2019 dan masalah data pemilih.

Baca Juga :  Kecelakaan Truk di Ruas Tol Cipularang Arah Bandung Diduga Akibat Pecah Ban

Bawaslu Kabupaten Bekasi, terang Akbar berupaya mencegah dan memitigasi kerawanan ini kepada berbagai pihak. Seperti dalam hal keamanan akan dikoordinasikan kepada pihak terkait. Sementara kaitan dimensi penyelenggaraan, Bawaslu akan memberikan saran perbaikan maupun rekomendasi kepada KPU.

Hal lainnya yang menjadi perhatian ialah kerawanan banjir. Bawaslu akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencegah terjadinya TPS terkena banjir. Seperti dalam kasus yang terjadi pada 2016-2017 lalu.

“Ini kan ada case ya di 2016-2017 itu ada wilayah yang banjir di daerah Cabangbungin pada saat Pemungutan dan penghitungan suara. Nah ini menjadi perhatian kita terus berkoordinasi dengan BPBD kaitan titik banjir ini khususnya yang terdekat kemarin di Pemilu 2024,” ucapnya. (*)

Penulis : Abdul

Editor : Aziz

Sumber Berita: rakyatjabarnews.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 12:54 WIB

277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru