Negara di rugikan Ratusan Juta, Ini Kata Ketua BPD dan Camat

- Redaksi

Jumat, 31 Agustus 2018 - 22:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon- Setahun lebih masyarakat di Desa Sarajaya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat di suguhi oleh ketidak pastian pembangunan fisik maupun pemberdayaan ekonomi, setelah di temukannya kerugian Negara sebesar 210 Juta melalui penyelidikan yang di lakukan oleh Auditor dari Inspektorat Kabupaten Cirebon.

Bagaimanakah nasib Kepala Desa Sarajaya setelah diterbitkannya LHP pada hari Jumat minggu kemarin. Membuat gerah berbagai pihak, tidak terkecuali Camat dan BPD setempat.

Terbitnya Laporan Hasil Penyelidikan Inspektorat Kabupaten Cirebon membuat gusar Camat Lemahabang, Edi Prayitno mengatakan tentang nasib Kuwu Sarajaya baru akan ditentukan pada hari senin depan karena dirinya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak Inspektorat Kabupaten Cirebon.

“Tunggu lah sampai hari senin atau selasa karena harus di konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak Inspektorat,” ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com saat di hubungi melalui sambungan telpon, Jumat (31/8/2018).

Hal senada pun diungkap oleh Ketua Lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Najib mengatakan jika para anggota BPD sudah satu suara dan akan memberikan keputusannya di waktu yang tepat.

Baca Juga :  Kardaya: Generasi Penerus Jangan Sampai Rusak

Setelah meminta salinan LHP dari Inspektorat Kabupaten Cirebon dan setelah berkonsultasi kesana sini kami semua sudah satu suara.

Najib menambahkan jika yang dirugikan bukan hanya lembaga Desa akan tetapi seluruh masyarakat dirugikan oleh ulah Kepala Desa (Red. Kuwu) yang tidak melaksanakan pembangunan dari akhir tahun 2017 dan pada tahun 2018 nihil pembangunan.

“Setelah tidak adanya niat baik dari Kepala Desa sampai saat ini dengan cara menggelarkan pembangunan pada tahun ini sehingga BPD sudah satu suara, karena bukan saja Lembaga BPD dan Lembaga Desa lainnya yang dirugikan namun seluruh masyarakat juga di rugikan dengan tidak adanya pembangunan yang di gelar oleh Pemerintah Desa.”

Baca Juga :  Aduh, dari 30-an Unit Koperasi Desa, Hanya 2 Unit yang Bertahan di Cirebon

Najib berharap penegak hukum segera bertindak agar pembangunan di desanya bisa berjalan seperti sebagai mana mestinya, mangkraknya pembangunan sangat berdampak terhadap masyarakat.

“Kami harap adanya keseriusan dari pihak penegak hukum baik dari Polsek, Polres dan Kejaksaan Negeri Cirebon untuk segera menangani kasus kerugian negara ini,” tandasnya. (ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB