Aduh, dari 30-an Unit Koperasi Desa, Hanya 2 Unit yang Bertahan di Cirebon

- Redaksi

Minggu, 11 Maret 2018 - 19:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Nasib koperasi di Kabupaten Cirebon boleh dikatakan hampir mati. Karena, dari 34 unit koperasi yang ada di Kabupaten Cirebon, cuma tersisa 2 unit koperasi saja, yaitu Koperasi Mukti di Kecamatan Ciwaringin, dan Koperasi Bukti di Kecamatan Sedong.

Menurut Toto (58) selaku mantan sekretaris Koperasi Mukti yang terletak di Jl. Urip Sumoharjo Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon, secara blak-blakan mengungkap nasib koperasi desa yang hampir mati semua.

Toto menjelaskan, banyak faktor yang mengakibatkan matinya unit koperasi desa, dari mulai faktor human error, manajemen yang buruk, masyarakatnya yang cenderung menjauhi koperasi, dan masih minimnya perhatian dari pemerintah akan kesejahteraan para pengurus koperasi yang menggantungkan hidupnya dari sisa hasil usaha unit koperasi.

“Banyak faktornya, hingga akhirnya cuma sisa dua unit,” jelasnya saat ditemui awak media di Jl. Cipejeuh Kamarang, Kabupaten Cirebon, Minggu (11/3).

Padahal jika melihat fungsi koperasi untuk masyarakat, lanjut Toto, sangat menguntungkan. Karena dalam koperasi desa ada program simpan pinjam, pengadaan pupuk bagi para petani, bahkan untuk pembayaran listrik PLN, telepon, dan pengadaan bahan pokok pangan, sehingga perputaran ekonomi bisa di dalam koperasi.

Baca Juga :  Salat Subuh Berjamaah Tangkal Isu Orang Gila dan Peredaran Narkoba

Ditambahkan Toto, keberadaan koperasi sebetulnya bisa mengeleminir tengkulak dan rentenir. Bahkan bank konvensional pun kadang tidak mampu bersaing dengan koperasi, karena dibuktikan dengan koperasi yang ada di wilayah Kecamatan Sedong di mana koperasi masih menjadi primadona di tengah masyarakat.

“Padahal jika melihat koperasi yang masih aktif dan mengakar di dalam kehidupan masyarakat, bisa mensejahterakan masyarakat karena akan mematikan para tengkulak dan rentenir, bahkan Bank konvensional pun tidak mampu bersaing dan gulung tikar,” jelasnya.

Kerinduan akan masa berjayanya koperasi desa pada era tahun 70-an dan 80-an kini hanya tinggal kenangan saja. Masyarakat kini tidak lagi percaya akan koperasi, karena dibuktikan dengan hampir di semua desa yang ada di Kabupaten Cirebon, sudah tidak memiliki koperasi desa yang sehat. Kalaupun ada, pasti keadaan keuangannya sakit akibat ulah para oknum pengurus yang tidak jujur alias korupsi. Atau pun akibat masyarakat yang hilang kepercayaan pada lembaga koperasi yang hanya dijadikan alat untuk memperkaya oknum pengurus koperasi saja.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru, Daop 3 Cirebon Tambahkan 4 Rangkaian Kereta

“Koperasi kini hanya tinggal cerita dan kenangan saja,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Ketertiban dan Persatuan Bangsa
Go-Woman.id Gelar Seminar UMKM Perempuan, Dorong Bisnis Rumahan Naik Kelas
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:06 WIB

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional

Berita Terbaru