Sultan Sepuh Waswas Nasib Kain Khas Nusantara di Cirebon

- Redaksi

Rabu, 2 Oktober 2019 - 19:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Tepat hari ini, satu dekade lalu 2 Oktober 2009, UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) menetapkan Batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Benda.

Batik juga merupakan warisan nenek moyang yang masih hidup hingga sekarang. Perjalanan kain khas nusantara yang mendunia bisa berhenti kapanpun jika generasi masa kini tidak memiliki kesadaran untuk melestarikannya.

Baca Juga :  Aldera dan ARAK Dorong KPK Usut Tuntas Kasus Sunjaya

Di momen peringatan hari batik nasional, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat memiliki catatan tersendiri mengenai kondisi batik dewasa ini. Ia merasa prihatin, karena generasi penerus pembatik di Cirebon semakin berkurang sehingga mendatangkan pebatik dari luar daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cirebon tengah mengalami kesulitan regenerasi pembatik andal,” katanya, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga :  Syaikhu Pertanyakan Kinerja Tiga Kementerian

Ia mengatakan, nasib batuk tulis semakin sulit bersaing di pasaran karena motif batik cetak yang harganya relatif lebih murah lebih diminati pembeli. “Banyaknya tekstil motif batik yg membanjiri toko-toko dengan harga sangat murah sehingga batik tulis mulai tersaingi,” imbuhnya.

Di lingkungan Keraton Kasepuhan sendiri, sudah berjalan selama kurang lebih tiga tahun pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan batik.

Baca Juga :  Bunga Bangkai Rafflesia Arnoldi Dicabut Paksa Habitat Aslinya

“Kami membina Masyarakat, Magersari di sekitar keraton Kasepuhan Cirebon untuk bisa membatik khususnya batik-batik klasik keraton. Sudah menghasilkan batik-batik dan sudah dipamerkan di Cirebon maupun Jakarta,” terangnya.

Sultan meminta, seluruh stakeholder bersama masyarakat Cirebon secara konsisten berupaya melestarikan batik. “Sebagai pusat batik harus mempertahankan dan melestarikan batik-batik klasik dan khas Cirebon,” pungkasnya.

(uan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB