Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Keterangan foto: Pemerhati kebijakan publik, Raden Hamzaiya, menyoroti pentingnya perlindungan sumber daya air Gunung Ciremai dalam pembahasan rencana pengembangan energi geotermal.

i

Keterangan foto: Pemerhati kebijakan publik, Raden Hamzaiya, menyoroti pentingnya perlindungan sumber daya air Gunung Ciremai dalam pembahasan rencana pengembangan energi geotermal.

CIREBON – Rencana pengembangan energi panas bumi atau geotermal di kawasan Gunung Ciremai menjadi perhatian terkait potensi dampaknya terhadap lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat di wilayah hilir, termasuk Cirebon Timur.

Aktivis kebijakan publik, Raden Hamzaiya, S.Hum., menilai pembahasan proyek geotermal perlu mempertimbangkan keterkaitan ekologis antara kawasan pegunungan, daerah aliran sungai, dan wilayah yang bergantung pada sumber air dari kawasan hulu.

Menurut Hamzaiya, Gunung Ciremai memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ketersediaan air menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan sistem irigasi di wilayah hilir.

“Air bergerak mengikuti kontur alam, sungai menghubungkan hulu dan hilir. Kehidupan masyarakat bawah sangat bergantung pada keberlanjutan pegunungan,” ujar Hamzaiya, Jumat (9/10/2026).

Ia mengatakan, pengembangan energi bersih tidak cukup hanya dilihat dari manfaat penyediaan energi, tetapi juga perlu disertai kajian mengenai dampak lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air.

“Energi bersih harus tetap mempertimbangkan ruang hidup. Kalau listrik hadir tapi sumber air terganggu, kebijakan itu harus dievaluasi,” tegasnya.

Baca Juga :  AXIS CUP 2026 Digelar di 88 Kota, Turnamen Esports Nasional Didukung AXIS 5G AF

Hamzaiya mendorong adanya kajian lintas wilayah yang melibatkan pemerintah Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon, serta akademisi, ahli lingkungan, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan pengembangan energi mempertimbangkan kondisi ekologis secara menyeluruh.

“Ciremai adalah bagian dari sistem kehidupan yang lebih besar. Menjaga Ciremai bukan hanya kepentingan Kuningan dan Majalengka, tetapi juga kepentingan ekologis masyarakat wilayah Cirebon Timur,” katanya.

Hamzaiya juga menyoroti kekhawatiran petani di Cirebon Timur mengenai kemungkinan dampak pengembangan geotermal terhadap ketersediaan air untuk irigasi sawah. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dijawab melalui kajian yang terbuka dan berbasis data.

Baca Juga :  Teti Meirawati Bingung Jalanan Banyak yang Rusak

Selain kajian lingkungan, ia menilai keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi hal penting dalam setiap rencana pengembangan proyek energi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat memahami potensi manfaat, risiko, serta langkah mitigasi yang disiapkan.

Ia berharap masyarakat di wilayah hulu maupun hilir dilibatkan dalam proses pembahasan agar kepentingan lingkungan, ketahanan air, dan kebutuhan energi dapat dipertimbangkan secara seimbang.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru

Petugas gabungan memeriksa lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba dalam operasi di Jakarta Barat.

Jakarta

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:57 WIB