KABUPATEN CIREBON – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kuya Asih Belawa, Kabupaten Cirebon, memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan promosi wisata Kura-kura Belawa di tengah persaingan destinasi wisata pada era digital.
Ketua Pokdarwis Kuya Asih Belawa, Eman Suherman, mengatakan pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam dan keunikan yang dimiliki. Pengelola juga perlu menguasai strategi promosi digital agar destinasi lebih dikenal masyarakat luas.
“Kalau hanya mengandalkan potensi wisata tanpa didukung SDM yang mumpuni, perkembangannya akan lambat. Karena itu, kami fokus meningkatkan kapasitas anggota Pokdarwis agar mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital,” kata Eman, Minggu (18/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Eman, perubahan pola pencarian informasi wisata membuat pengelola destinasi perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Media sosial dan berbagai platform digital menjadi sarana penting bagi wisatawan untuk mencari referensi sebelum berkunjung.
Karena itu, anggota Pokdarwis Kuya Asih mendapatkan pendampingan digital marketing pariwisata dari Rosidin, dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Cirebon.
Materi pendampingan meliputi pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, dasar fotografi dan videografi, serta strategi membangun citra destinasi. Anggota juga didorong meningkatkan kemampuan komunikasi publik dan menyampaikan informasi wisata secara menarik.
“Persaingan wisata sekarang terjadi di media digital. Destinasi yang aktif dan mampu membangun komunikasi dengan publik akan lebih cepat dikenal. Karena itu, peningkatan SDM menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Eman menambahkan, promosi wisata Kura-kura Belawa perlu mengangkat berbagai keunggulan destinasi, mulai dari konservasi kura-kura, edukasi lingkungan, nilai sejarah, hingga keterlibatan masyarakat setempat.
Menurutnya, berbagai potensi tersebut perlu dikemas dalam narasi yang menarik agar memiliki daya tarik bagi calon pengunjung.
“Kura-kura Belawa memiliki banyak kekuatan. Ada aspek konservasi, edukasi lingkungan, sejarah, dan keterlibatan masyarakat. Semua itu harus mampu dikemas menjadi narasi yang menarik sehingga dikenal luas oleh publik,” katanya.
Selain kemampuan promosi digital, penguatan SDM juga diarahkan pada peningkatan profesionalisme pengelola, termasuk pelayanan pengunjung, tata kelola organisasi, penyampaian informasi wisata, dan pengembangan kemitraan.
Eman menilai pengembangan wisata berbasis masyarakat harus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Karena itu, masyarakat perlu terlibat aktif dalam pengelolaan dan promosi destinasi.
“Kami ingin anggota Pokdarwis menjadi garda terdepan promosi wisata Belawa. Mereka harus memiliki kemampuan, pengetahuan, dan kepercayaan diri untuk memperkenalkan potensi daerahnya sendiri kepada dunia luar,” tuturnya.
Ia berharap peningkatan kapasitas SDM dapat memperluas jangkauan promosi wisata Kura-kura Belawa, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
(*)




















