Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Setiap muslim tentu menyambutnya dengan penuh harapan agar dapat meningkatkan kualitas ibadah serta meraih predikat taqwa.
Sebelum datangnya Ramadhan, umat Islam biasanya telah memanjatkan doa sejak bulan Rajab agar dipertemukan dengan bulan penuh kemuliaan tersebut.Doa yang sering dibaca adalah:
“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Artinya:
Ya Allah, berikanlah keberkahan pada bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukan kami dengan bulan Ramadhan.Alhamdulillah, umat Islam kini kembali dipertemukan dengan Ramadhan 1447 Hijriah.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa.”
Rektor Institut Agama Islam Nusantara, Dr. Eddi Supriadi, M.Si., Ph.D, menjelaskan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membersihkan diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
“Barang siapa berpuasa karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Menurutnya, ada beberapa tanda bahwa ibadah Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
1. Ibadah Semakin MeningkatCiri pertama adalah meningkatnya kualitas ibadah setelah Ramadhan. Selama bulan suci, umat Islam terbiasa melaksanakan berbagai ibadah seperti shalat tarawih, tahajud, serta berbagai amalan malam lainnya.
Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan setelah Ramadhan, maka itu menjadi salah satu tanda seseorang telah meraih predikat taqwa.
2. Semakin Gemar BersedekahSelama Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak infaq dan sedekah. Tanda ibadah diterima adalah ketika kebiasaan tersebut terus berlanjut setelah Ramadhan.
Memberikan santunan kepada yang membutuhkan, membantu pembangunan tempat ibadah, serta berbagi kepada sesama merupakan bagian dari amal yang pahalanya terus mengalir.
Rasulullah SAW bersabda:”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.”(HR. Bukhari dan Muslim)
3. Semakin Dekat dengan Al-Qur’anCiri lainnya adalah semakin rajin membaca dan mengamalkan Al-Qur’an setelah Ramadhan. Kitab suci Al-Qur’an menjadi pedoman hidup umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari)
Dengan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, seorang muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Islam.Di akhir pesannya, Dr. Eddi Supriadi berharap agar umat Islam diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah serta meraih keberkahan Ramadhan.
“Semoga Allah SWT memudahkan kita semua dalam menjalankan aktivitas ibadah dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaqwa. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” ujarnya.
Penulis : Dr. Eddi Supriadi, M.Si., Ph.D : Rektor Institut Agama Islam Nusantara









