RakyatJabarNews.com,Cirebon– Permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon hingga hari ini tidak kunjung terpecahkan, diperparah dengan penutupan Satu satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciledug, menjadikan volume sampah makin menggunung di setiap sudut peloksok Kabupaten Cirebon.
Adalah Desa Lemahabang yang di pimpin oleh Kuwu Rini mencoba memberikan solusi sampah yang ada di Desanya dengan membuat bank sampah dan tempat pengolah sampah terpadu (TPST),Rabu (8/8/2018).
Ditemui di area SAMADES, Kuwu Lemahabang, Rini menjelasakan jika dirinya sudah mengajukan proposal ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon untuk kerja sama dalam pengolahan sampah terpadu di Desanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah pihak Dinas Lingkungan hidup kabupaten Cirebon merespon positive dan bersedia untuk menyiapkan 1 Kontainer sampah, 3 buah gerobak sampah beserta mesin penghancur sampahnya, akan kami tempatkan di tanah titisara Desa dalam beberapa hari kedepan,”ujarnya.
Masih menurut Rini selain problem sampah yang selalu menjadi momok masyarakat Desa Lemahabang juga masalah banjir yan setiap tahunnya melanda perumahan akibat luapan dari Sungai yang membelah pemukiman, sehingga diperlukan kerja sama lintas sektoral juga dengan masyarakat setempat.
“Wilayah kami kerap kebanjiran dan sampah yang selalu menumpuk segingga perlu penanganan serius, insya Allah minggu ini akan mengundang Lembaga Desa untuk meralisasikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dilahan Titisara Desa,”kata dia.
Sedangkan menurut salah seorang Tenaga Pendamping Desa, Erfin mengatakan program Bank Sampah yang akan segera di realisasikan oleh Pemerintah Desa Lemahabang merupakan salah satu solusi dalam menangani sampah di Desa Lemahabang dan mengeleminir kecelakaan akibat sampah yang tumpah ke badan jalan di jalur Lemahabang Astana Japura.
“Program dari Kuwu ini sangat bagus dan menjadi salah satu pilot projek di Kecamatan Lemahabang khususnya penanganan sampah, kami selalu memberikan masukan agar persoalan yang ada di setiap Desa di musyawarahkan dengan lembaga Desa,”paparnya.
Masih menurut Erfin, sampah yang berasal dari rumah tangga harus dipisahkan agar dalam pengolahan sampah lebih mudah, dan ini juga bisa sebagai program Bank Sampah,”pungkasnya.(ymd/RJN)





















