Cirebon – Ketidakan harmonisan hubungan masyarakat Desa Astanmukti dan Desa Pangarengan dengan pihak Main Contractor (Menkon) Perusahaan asal Surabaya yang membangun pengembangan pembangunan PT. Avian di Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, salah satunya karena tidak diberdayakannya kearifan lokal
Demikian disampaikan Wakil Ketua Forum komunikasi Kuwu Cirebon, Lili Mashuri saat jumpa pers dibilangan Lemahabang Cirebon, Selasa (4/4).
Lili mengklaim kegaduhan yang ditimbulkan oleh Maincon (PT. Sumber Nusantara) karena tidak melakukan pendekatan dengan para Kepala Desa disekitar lokasi PT Avian, hingga masyarakat lokal melakukan aksi demonstrasi.
“Kami berharap PT Avian untuk menggantikan Maincontractor asal Kota Surabaya tersebut, karena tidak membuat kondusif masyarakat di Desa Astanmukti dan Pangarengan,” kata Lili
Wakil Ketua Forum Kuwu Cirebon tersebut menjelaskan, kegaduhan antara masyarakat dengan menkon bisa diatasi bila ada komunikasi dan memberdayakan kearifan lokal.
“Seharusnya pengusaha dari luar kota menjalin komunikasi yang baik dan memberdayakan kearifan lokal, kami juga banyak menerima keluhan dari para subcontract lokal merasa dicurangi pada saat mengirim material limestone,” demikian Lili. ynd










