“Kampus masyarakat terpelajar, jadi kita sadar betul bahwa aware generasi muda terhadap pemilu itu kurang, namun meskipun awarenya kurang, selama ini yang pasti kampus UPGRIS tidak alergi terhadap politik, kami banyak melakukan pendidikan politik kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa memiliki kepedulian bahwa pemilu dan ini menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari gambaran masa depannya, untuk mewujudkan masa depannya kita memberikan pendidikan politik, beri kesadaran supaya anak anak kita memiliki kepedulian terhadap pemilu karena itu juga akan berpengaruh terhadap masa depan dan nasib mereka dan di upgris juga melibatkan mahasiswa dalam pendidikan politik, ” tambahnya.
Dalam pemilu yang akan dilaksanakan 2024 nanti, Revansa dari Kementrian Komunikasi dan Informasi, menyampaikan untuk selalu menyaring kembali informasi di media sosial agar tidak terkena informasi hoaks yang dapat mengancam damai nya pemilu 2024 nanti.
“Kalau berbicara mengenai fenomena hoaks, dimedia sosial itu yah, kita berfikir konsepnya bahwa ada algoritma yang bermain dan berperan disitu. Kita mungkin merasa bahwa kalo kita menyukai satu barang atau tokoh, nah algoritma tersebut akan bekerja kita akan di tunjukan konten konten yang terkait dengan barang atau tokoh kesukaan kita padahal belum tentu benar dan baik wpu
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun informasi lebih lanjut mengenai Literasi Digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website literasidigital.id atau media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fanpage Literasi Digital Kominfo, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. gie





















