Dalam Talkshownya Sosiawan juga mengatakan bahwa tiga titik kerawanan ini lah yang menjadi perhatian serius kami terutama di media sosial, karna ini meida yang memiliki pengaruh yang luar biasa kepada publik, yang dimana jangkauan perangkat hukum sangat terbatas.
“Oleh karena itu upaya pencegahan supaya tidak ada namanya hitam dan hoaks di media sosial hal yang kami lakukan adalah berkolaborasi dengan masyarakat untuk mencerdaskan publik meliterasi publik. Ancamannya adalah hoaks, karena hoaks ini bukan saja menciptakan perpecahan antara masyarakat, tetapi juga menyuburkan politisasi yang tidak sehat, termasuk juga SARA, termasuk juga akan menciptakan tidak percayanya masyarakat dalam konteks pemilu. Dan ini merupakan titik perhatian yang serius oleh Bawaslu, ” terangnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut Wakil Rektor 4 Universitas PGRI Semarang Dr. Nur Khoiri, S.Pd., MT, M.Pd. menyampaikan bahwa, terdapat beberapa unsur yang ada didalam kampus yaitu terdapat unsur dosen dan juga mahasiswa, yang dimana bertindak sebagai fasilitator agar terciptanya kata damai dalam pemilu 2024 nanti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalo kita bicara kampus kan terdapat beberapa unsur yah, ada unsur dosen dan unsur mahasiswa, dan kalau kita lihat peran selama ini seperti yang sudah disampaikan oleh Bawaslu tadi, pemilu 2024 adalah satu tugas kampus lagi sebagai fasilisator, kalau sebelumnya kami sebagai fungsi control, memastikan pemilu berjalan dengan jujur dan adil, tidak ada kecurangan, ” ujarnya.
Nur Khoiri juga menyampaikan bahwa sudah terdapat beberapa hal yang dilakukan oleh UPGRIS yang berkaitan dengan Pendidikan politik, yang memang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa untuk meningkatkan awareness mereka terhadap pemilu 2024 nanti.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















