Menjaga sholat lima waktu berarti kita menjaga hubungan baik kita dengan Allah, menjaga sholat lima waktu berarti kita telah menjadi orang yang taat dalam ibadah, dan bagi orang yang dapat menjaga ibadahnya dengan baik, Allah akan berikan kepadanya makanan sebagai rizki yang dapat membahagiakan kehidupan dunia dan akhiratnya (QS. Ad Dzariyat: 57). Sebaliknya orang yang tidak bisa menjaga waktu-waktu perjumpaannya dengan Allah bahkan sampai lalai dan berani meninggalkan sholat, baginya bukan hanya sekedar dosa, tapi dia sudah berani menjauh dari rizki Allah dan dari kebahagiaan dunia dan akhiratnya.
Pertanyaannya adalah, apakah kita termasuk orang yang selalu bahagia saat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini? Apakah kita sudah pernah berjumpa dengan Allah SWT saat kita sedang shaum di bulan Ramadahan ini? Atau jangan-jangan kita hanya bahagia saat mendengar kumandang adzan magrib saja karena ingin segera menyantap hidangan buka puasa dan segera ‘menemui’ istri kita saja? Pertanyaan diatas merupakan bentuk introspeksi atau muhasabah yang segera harus kita evaluasi setiap hari agar kita selalu mendapatkan kebahagiaan. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diberikan kebahagiaan oleh Allah SWT. Karena kebahagiaan itu adalah tanda dari keimanan kita semua.
Oleh : Dr. Dede R. Misbahul Alam, M.Pd.
(Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Sekolah Pascasarjana UNISMA Bekasi)











