Begitupun saat kita beribadah. Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah SWT kondisikan semua waktunya untuk beribadah dengan khusu’. Bentuk pengkondisiannya Allah SWT belenggu syetan dengan ikatan besi agar tidak mengganggu muslim yang beribadah. Harapannya tentu agar orang-orang yang disayang oleh Allah SWT dari kalangan muslim dapat memasuki surga dari pintu manapun, karena semua pintu surga telah Allah SWT buka untuk kita yang sedang shaum di bulan Ramadhan.
Perjumpaan seorang muslim yang sedang shaum di bulan Ramadhan dengan Tuhannya (Allah SWT) merupakan sebuah momentum yang sangat Istimewa. Hal ini karena Allah SWT berada sangat dekat dengan kita dan Allah berjanji akan mengabulkan semua permintaan dari do’a setiap hambaNYA yang datang menemui Allah SWT (QS. Al Baqarah: 186). Perjumpaan yang istimewa itu adalah saat dimana kita datang dalam memenuhi panggilanNYA menlaksanakan sholat lima waktu dan saat-saat ijabah do’a ketika kita berbuka puasa, tadarus al Quran, i’tikaf di masjid, bersedekan dan beramal soleh lainnya selama berada dalam bulan Ramadhan yang Istimewa ini. Maka sholat lima waktu dan ibadah-ibadah lain yang mengikutinya adalah bentuk komunikasi yang harus dimaksimalkan dalam perjumpaan kita dengan Allah SWT untuk mencurahkan segala masalah kita, hajat hidup kita dan segala hal yang kita inginkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat kita.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya











