KABUPATEN BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengirim sekitar 20 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diangkut menggunakan empat truk dari Kantor BPBD Kabupaten Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, bantuan yang dikirim merupakan hasil penggalangan dari berbagai elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, industri hingga pengusaha yang tergabung dalam klaster logistik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum diberangkatkan, BPBD Kabupaten Bekasi membuka posko pengumpulan bantuan. Penggalangan juga dilakukan di tingkat desa, salah satunya Desa Karang Raharja yang menghimpun bantuan masyarakat untuk kemudian disalurkan melalui BPBD.
“Yang pertama bantuan yang kita terima ini dari industri. Kemudian ada juga dari pengusaha yang tergabung dalam klaster logistik. Ada juga dari masyarakat,” kata Muchlis.
Menurut Muchlis, BPBD tidak sekadar mengumpulkan bantuan, tetapi memastikan jenis barang yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Sejumlah logistik yang diberangkatkan antara lain beras, mi instan, air mineral, susu serta perlengkapan bayi.
“BNPB sudah menentukan barang-barangnya. Jadi tidak asal bantuan apa saja, karena kita memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.
BPBD Pastikan Bantuan Dikirim Melalui Jalur yang Tepat
Sebanyak empat truk membawa seluruh bantuan dari Kabupaten Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Dari lokasi tersebut, logistik selanjutnya diserahkan kepada posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Proses pengiriman menuju wilayah terdampak selanjutnya dikoordinasikan BNPB, termasuk pengaturan bongkar muat, jadwal keberangkatan, pesawat yang digunakan hingga lokasi penurunan bantuan.
“Teman-teman BNPB yang mengatur teknis keberangkatannya, mulai dari masuk gudang, bongkarnya jam berapa, keberangkatannya, menggunakan pesawat apa, sampai turun di mana,” jelas Muchlis.
BPBD memilih mekanisme pengiriman melalui jalur udara karena kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan. Jalur darat tidak memungkinkan, sementara pengiriman melalui laut membutuhkan waktu lebih panjang.
Untuk mendukung distribusi tersebut, BNPB berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara melalui Bandara Halim Perdanakusuma.
Posko Bantuan Bisa Dibuka Kembali
BPBD Kabupaten Bekasi masih memantau perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT.
Jika kebutuhan logistik masih tinggi dan masyarakat Kabupaten Bekasi kembali ingin memberikan bantuan, BPBD membuka kemungkinan mengaktifkan kembali posko pengumpulan bantuan.
Lokasi pengumpulan juga dapat diperluas, termasuk di kawasan industri yang menjadi salah satu sumber dukungan bantuan.
“Kalau memang nanti banyak masyarakat yang ingin memberikan bantuan lagi, tidak menutup kemungkinan kita buka posko lagi,” kata Muchlis.
Ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk membantu agar tetap menjaga semangat gotong royong, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi bencana.
“Apabila memang ada kemudahan untuk memberikan bantuan ke daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana, khususnya NTT, silakan,” pungkasnya.
(adv)





















