Pedagang Pasar di Kabupaten Kuningan Diresahkan Peredaran Uang Palsu

- Redaksi

Jumat, 26 April 2019 - 22:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Kuningan – Sejumlah pedagang di pasar tradisional, khususnya di Pasar Kepuh dan Pasar Baru Kuningan dibuat resah dengan beredarnya uang palsu (upal). Sebab, ada beberapa pedagang Pasar Kepuh yang sudah menjadi korban peredaran upal ketika bertransaksi jual-beli di pasar.

“Saya kan jual daging ayam, nah kalau pegang daging itu kan basah tangannya, terus pegang uang kok luntur kena tangan saya yang basah. Kalau malem itu jarang diberesin, jadi sadarnya pas siang setelah diberesin kok lecek uangnya terus luntur juga banyak,” kata salah seorang pedagang daging ayam, Erna yang jadi korban upal kepada awak media, Jumat (26/4/2019).

Erna mengaku, upal itu kemungkinan diterima saat transaksi pada dini hari menjelang subuh atau ketika aktivitas berdagang di pasar dimulai. Sebab ketika malam hari kondisi lampu pasar yang cukup remang, sehingga sulit melihat keaslian uang tersebut. “Saya dapat uang palsunya empat lembar pecahan Rp50 ribu, jadi totalnya Rp200 ribu. Ketauan pas siang, kalau malem susah, sekitar antara jam 2 atau jam 3 pagi,” sebutnya.

Dia tak menyadari uang yang diterima paslu, karena kondisi saat itu tengah ramai pembeli. Bukan kali ini saja menjadi korban upal, sebelumnya Ia juga pernah menerima kasus serupa. “Pas yang beli banyak, jadi susah juga meneliti uangnya, biasanya kan dilihat-lihat diterawang gitu, tapi kan malem susah. Dulu juga pernah, sekarang gini lagi, memang kalau menjelang munggahan (puasa) suka banyak upal, makanya saya takut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Evaluasi Serius BUMD PT Mitra Patriot

Sementara Petugas Pemantau Pasar Disperindag Kuningan, Arisman membenarkan adanya temuan upal tersebut. Terlebih, laporan terkait peredaran upal itu kerap diterima petugas Disperindag Kuningan. “Kami sering menerima laporan dari para pedagang pasar, mereka menemukan uang pecahan kertas yang diduga itu uang palsu. Setelah kami cek kepada pihak terkait yaitu Bank Indonesia ternyata palsu,” terangnya.

Menurutnya, peredaran upal di pasar-pasar tradisional khususnya Pasar Kepuh dan Pasar Baru kerap terjadi saat menjelang Ramadhan. Aksi pengedar upal itu biasanya dilakukan saat malam hari, di tempat yang kondisi penerangan remang-remang.

Uang Palsu

“Modus pengedar upal itu biasanya saat membeli barang cukup banyak dan di malam hari. Jadi total barang yang dibeli itu Rp80 ribu dengan uang palsu pecahan Rp100 ribu, sehingga kembalian simpel cuma Rp20 ribu saja,” bebernya.

Baca Juga :  Bentuk Tim Satgas, Jasa Marga Siap Berikan Layanan Terbaik Saat Libur Panjang Akhir Tahun

Pihaknya menyebut, dalam kurun waktu Januari-April tahun ini sajam berdasarkan laporan yang didapat jumlah upal beredar di masyarakat mencapai Rp1 juta lebih. Namun tidak semua warga pasar menyerahkan upal itu, sebab ada yang langsung menyobek bahkan membakarnya.“Kami terus mengingatkan warga pasar untuk waspada Upal melalui pengeras suara. Terutama pada saat pasar sedang ramai dan remang-remang yang kerap dimanfaatkan para pelaku pengedar uang palsu beraksi. Apalagi pedagang malam, disarankan untuk membeli alat sensor uang, sehingga saat itu juga bisa diketahui keaslian uang yang diterima sekaligus langsung menindak jika ada pembeli yang menyebarkan uang palsu,” tutupnya. (dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada awak media didampingi jajaran Pemerintah Kota Bekasi terkait capaian Kota Bekasi dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025, Senin (7/9/2026). Kota Bekasi menempati peringkat keenam nasional dengan skor 94,43.

Pemerintahan

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 Sep 2026 - 16:35 WIB