Bekasi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi melalui Komisi III menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot (PTMP), yang dinilai belum menunjukkan kontribusi optimal terhadap pembangunan daerah maupun pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam waktu dekat, Komisi III akan menggelar rapat evaluasi menyeluruh terhadap PTMP. Namun, agenda tersebut menunggu penetapan direktur utama definitif, menyusul pengunduran diri Ucu Asmara Sandi dari jabatan tersebut.
Untuk sementara, posisi direktur utama diisi oleh Chondoro Wibhowo Mahartoyo Sukmo, Kepala Bagian Perekonomian di Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, menegaskan perlunya pembenahan fundamental dalam struktur dan arah kerja PTMP.
“Kita ingin ada penataan ulang terhadap fokus usaha mereka. Setelah ada pimpinan baru, kerja mereka harus lebih sistematis, dengan leading sektor yang jelas dan tanggung jawab yang terukur,” kata Arif, Rabu (14/5/2025), di Gedung DPRD Kota Bekasi.
Menurutnya, selama ini PTMP cenderung belum memiliki pembagian kerja yang fokus dan jelas antar sektor. Ini menghambat pencapaian target dan menimbulkan kesan bahwa BUMD tersebut berjalan tanpa arah strategis yang kuat.
Arif menyatakan, rapat evaluasi mendatang akan membedah satu per satu sektor usaha PTMP, termasuk membahas target kinerja yang realistis dan indikator keberhasilan di tiap bidang.
Ia menegaskan bahwa BUMD sebagai perpanjangan tangan Pemkot dalam kegiatan ekonomi seharusnya dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
“Rapat nanti bukan hanya sekadar evaluasi tahunan. Ini akan jadi forum pembahasan strategis untuk menentukan arah baru PTMP ke depan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Komisi III telah melakukan rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dengan seluruh BUMD mitra Pemkot Bekasi. Dalam forum itu, PTMP menjadi salah satu BUMD yang disorot karena kinerjanya yang belum sesuai ekspektasi.
“Banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, PTMP bisa menjadi sumber pendapatan alternatif yang signifikan bagi Kota Bekasi,” ujar Arif.
Delapan Sektor Usaha, Tapi Minim Kontribusi sebagai BUMD, PT Mitra Patriot memiliki mandat besar: mengelola delapan sektor usaha strategis, yaitu:
- Transportasi
- Pengolahan limbah padat dan cair
- Pengelolaan parkir
- Reklame
- Percetakan
- Konstruksi
- Telekomunikasi
- Perdagangan umum
Dengan cakupan usaha seluas itu, seharusnya PTMP bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan membantu meringankan beban anggaran daerah melalui peningkatan PAD. Namun sejauh ini, kontribusi PTMP masih tergolong minim.
Komisi III berharap, setelah direktur utama definitif dilantik, PTMP bisa segera berbenah. Pembenahan ini meliputi struktur organisasi, efisiensi operasional, serta pembaruan strategi bisnis sesuai dinamika dan kebutuhan Kota Bekasi saat ini.
Pemkot Diminta Lebih Selektif dalam Rekrutmen Pimpinan BUMD
Arif juga mengingatkan Pemkot Bekasi untuk lebih selektif dan transparan dalam proses rekrutmen pimpinan BUMD. Ia menyebutkan bahwa pemilihan direktur utama harus mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi profesional, serta visi bisnis yang kuat.
“PTMP membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memahami birokrasi, tetapi juga punya naluri bisnis dan kemampuan manajerial. Ini penting jika kita ingin menjadikan BUMD sebagai lokomotif ekonomi lokal,” ujarnya.
Komisi III berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan memastikan PTMP dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan mandatnya. Evaluasi bukan semata kritik, melainkan langkah konstruktif demi memastikan bahwa dana publik dan aset daerah dikelola secara optimal. (adv)











