2.416 KK di Bekasi Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 575 Ribu Liter Air Bersih ke 20 Titik

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi bersama PMI menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di salah satu desa di Kabupaten Bekasi. Hingga 12 Juli 2026, sebanyak 575.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 20 titik di enam desa untuk memenuhi kebutuhan 2.416 kepala keluarga terdampak.

i

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi bersama PMI menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di salah satu desa di Kabupaten Bekasi. Hingga 12 Juli 2026, sebanyak 575.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 20 titik di enam desa untuk memenuhi kebutuhan 2.416 kepala keluarga terdampak.

KABUPATEN BEKASI – Musim kemarau yang semakin panjang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Sedikitnya 2.416 kepala keluarga (KK) kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda enam desa di tiga kecamatan.

Sebagai langkah tanggap darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Delta Mas terus memperluas distribusi bantuan air bersih. Hingga Minggu (12/7/2026) pukul 23.00 WIB, total 575.000 liter air bersih telah disalurkan ke 20 titik distribusi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan usulan dari pemerintah desa yang terdampak.

“Distribusi air bersih terus kami lakukan sesuai hasil asesmen agar kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air dapat segera terpenuhi,” kata Dodi.

Enam desa yang terdampak berada di tiga kecamatan, yakni Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah, Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru, serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu.

Menurut data BPBD, wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan karena mengalami penurunan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Baca Juga :  Catat Jadwal Pelayanan Publik di CFD Kota Bekasi

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, BPBD menjadi penyumbang terbesar dengan mendistribusikan 380.000 liter air bersih. Sementara PMI menyalurkan 170.000 liter dan Delta Mas memberikan bantuan sebanyak 25.000 liter.

Dodi menegaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Perumda Tirta Bhagasasi sebagai penyedia air bersih, pemerintah desa, kecamatan, PMI, hingga sektor swasta.

Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi meluasnya wilayah terdampak mengingat puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Di Kabupaten Bekasi Mulai Landai, Pasien Sembuh Terus Bertambah

Masyarakat pun diimbau menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami memastikan personel, armada, dan stok air bersih tetap siap. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dodi.

Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan, BPBD memastikan layanan distribusi air bersih akan terus disiagakan untuk mengantisipasi bertambahnya wilayah yang mengalami krisis air.

(Advertorial)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat
1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi
Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai
Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau
Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan
Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah
Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:02 WIB

1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami