oleh

Volume Air Waduk Darma Kuningan Menyusut 20 Juta Kubik

RJN, Kuningan – Akibat kemarau yang masih saja terjadi, volume air Waduk Darma Kabupaten Kuningan menyusut hingga 20 juta kubik lebih. Dalam kondisi normal, kapasitas air Waduk Darma yakni 36 juta kubik.

Akibat volume air yang semakin menyusut, petugas terpaksa menutup pintu air Waduk Darma. Pintu air ini sebetulnya berfungsi untuk mengalirkan air ke saluran irigasi bagi lahan pertanian.

“Kalau kondisi sekarang volume air hanya tersisa 14,9 juta kubik, kapasitas normalnya itu mencapat 36 juta kubik,” kata Petugas operasi dan pemeliharaan Waduk Darma Kuningan, Ahmad Mansubun Zamanudin, Kamis (17/10).

“Jadi sesuai jadwal sekaligus agar menjaga ekosistem air waduk tetap abik, maka pintu air untuk kebutuhan irigasi pertanian ditutup sementara hingga volume air kembali normal,” jelasnya menambahkan.

Menurutnya, pintu air Waduk Darma dapat dibuka untuk kebutuhan lahan pertanian, jika ada persetujuan dengan surat tertulis dinas terkait yang ditujukan ke Unit Pengelola Bendungan (UPB) Cirebon. Sebab batas mati volume air Waduk Darma ada di titik 7,5 juta kubik, sehingga masih ada 7,4 juta kubik untuk pengairan lahan pertanian.

“Batas mati atau dead storage Waduk Darma itu 7,5 juta kubik, sehingga masih ada cadangan air 7,4 juta kubik untuk mengairi persawahan. Jadi ada proses pengajuan tertulis dari dinas terkait kepada Unit Pengelola Bendungan di Cirebon,” terangnya.

Jika surat itu disetujui, lanjutnya, maka pintu air dapat dibuka sesuai dengan kebutuhan yang diajukan. Informasi penutupan pintu air Waduk Darma juga telah disampaikan kepada para petani, khususnya dinas terkait seperti Dinas Pertanian.

“Jadi saat pintu air ini ditutup, para petani tidak kaget. Kami juga memohon kepada masyarakat terutama para petani untuk bisa memaklumi kondisi ini,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, selama penutupan pintu air Waduk Darma tidak terlalu berdampak buruk terhadap lahan pertanian warga. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera turun hujan, sehingga volume air dapat kembali meningkat.

(dri/rjn)

Komentar

News Feed