RPB Beri Rapor Merah Dinkes Kota Bekasi, Desak Wali Kota Tri Adhianto Evaluasi Total

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi – Revolusi Pemuda Bekasi (RPB) memberikan rapor merah terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan mendesak Wali Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan menyusul sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik.

i

Ilustrasi – Revolusi Pemuda Bekasi (RPB) memberikan rapor merah terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan mendesak Wali Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan menyusul sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik.

KOTA BEKASI – Revolusi Pemuda Bekasi (RPB) melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Organisasi kepemudaan itu bahkan memberikan rapor merah kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, menyusul sejumlah persoalan pelayanan kesehatan yang dinilai membahayakan keselamatan pasien.

Ketua Umum RPB, Willy, mengatakan berbagai kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan kesehatan.

“Kalau pelayanan kesehatan terus berjalan di bawah standar minimal, ini bukan lagi sekadar kelalaian. Ini bisa menjadi bom waktu yang mengancam keselamatan masyarakat,” kata Willy di Bekasi, Senin (13/7/2026).

Baca Juga :  FOX Lite Cikarang Ikut Earth Hour 2026 dengan Aksi Switch Off

RPB mencatat sedikitnya dua kasus yang menjadi sorotan. Pertama, dugaan pemberian obat kedaluwarsa kepada seorang balita di Puskesmas Rawa Tembaga pada Maret 2025 hingga menyebabkan ruam kulit. Kedua, dugaan kesalahan pemberian vaksin kepada bayi berusia sembilan bulan di Puskesmas Bintara Jaya pada Juni 2026.

Menurut Willy, dua peristiwa tersebut menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pelayanan kesehatan yang harus segera dibenahi.

“Kasus-kasus ini tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa. Ini menunjukkan ada kelemahan dalam sistem pelayanan yang berpotensi membahayakan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Minta Gugus Tugas Tidak Kendur

RPB juga menilai pernyataan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang berencana melakukan evaluasi belum cukup menjawab keresahan masyarakat.

“Publik tidak membutuhkan sekadar pernyataan. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata untuk memperbaiki pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Selain menyoroti pelayanan, RPB turut mempertanyakan penerapan sistem meritokrasi dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Sorotan itu muncul karena Kepala Dinas Kesehatan saat ini diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Wali Kota Bekasi.

Menurut Willy, jabatan strategis seperti Kepala Dinas Kesehatan seharusnya diisi berdasarkan kompetensi, rekam jejak, serta kemampuan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Baca Juga :  Walikota Bekasi merespon cepat keluhan RS Awal Bross

“Kami meminta Wali Kota membuktikan bahwa meritokrasi benar-benar diterapkan. Evaluasi harus dilakukan secara objektif tanpa melihat hubungan keluarga maupun kedekatan politik,” katanya.

RPB juga menyoroti posisi Sekretaris Dinas Kesehatan yang dinilai tidak memiliki latar belakang tenaga kesehatan. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat pentingnya penempatan pejabat berdasarkan kompetensi.

Willy menegaskan, evaluasi terhadap jajaran Dinas Kesehatan menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai evaluasi hanya menjadi wacana tanpa tindak lanjut yang jelas,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
Kapan Operasi LASIK Menjadi Pilihan Tepat? Kenali Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan
Gilang Esa Gaspol Perjuangkan Puskesmas Jakasampurna, Warga Tak Mau Berobat Jauh Lagi
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Klaim Program Kian Kuat
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

RPB Beri Rapor Merah Dinkes Kota Bekasi, Desak Wali Kota Tri Adhianto Evaluasi Total

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:38 WIB

Kapan Operasi LASIK Menjadi Pilihan Tepat? Kenali Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:45 WIB

Gilang Esa Gaspol Perjuangkan Puskesmas Jakasampurna, Warga Tak Mau Berobat Jauh Lagi

Berita Terbaru

Komeng memberikan tanggapan kepada awak media terkait program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Komeng menyampaikan pandangannya dengan gaya khasnya saat ditemui sejumlah wartawan. Foto: Tangkapan layar YouTube Bisnis.com.

Jakarta

Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:09 WIB

Kerjasama Hubungi Kami