Kapan Operasi LASIK Menjadi Pilihan Tepat? Kenali Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi prosedur operasi LASIK menggunakan teknologi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi pada mata, sehingga membantu meningkatkan kualitas penglihatan dan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak.

i

Ilustrasi prosedur operasi LASIK menggunakan teknologi laser untuk memperbaiki kelainan refraksi pada mata, sehingga membantu meningkatkan kualitas penglihatan dan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak.

KESEHATAN – Gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), maupun astigmatisme kerap menghambat aktivitas sehari-hari. Selama bertahun-tahun, banyak orang mengandalkan kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatan. Namun, tidak sedikit yang mulai mencari solusi jangka panjang agar dapat mengurangi ketergantungan pada alat bantu tersebut.

Salah satu prosedur yang banyak dikenal adalah LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis), yaitu tindakan bedah refraktif yang bertujuan memperbaiki kelainan refraksi sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.

Meski demikian, keputusan menjalani operasi LASIK tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Setiap calon pasien harus menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter spesialis mata untuk memastikan kondisi kornea, tingkat kelainan refraksi, serta kesehatan mata secara keseluruhan. Pemeriksaan ini menjadi dasar dalam menentukan apakah LASIK merupakan pilihan yang tepat.

LASIK Tidak Hanya Bertujuan Lepas dari Kacamata

Banyak orang menganggap LASIK hanya dilakukan agar tidak perlu lagi memakai kacamata. Padahal, tujuan utamanya adalah memperbaiki cara cahaya difokuskan ke retina sehingga kualitas penglihatan menjadi lebih optimal.

Dengan penglihatan yang lebih baik, berbagai aktivitas seperti bekerja di depan komputer, mengemudi, berolahraga, hingga menjalankan kegiatan sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Namun, hasil tindakan tetap dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh kondisi mata masing-masing.

Baca Juga :  Peringati HANI, Pegawai BNN Kuningan Kampanyekan #AntiNarkoba

Kapan Operasi LASIK Layak Dipertimbangkan?

Tidak semua orang yang memiliki gangguan penglihatan dapat menjalani LASIK. Dokter akan mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum merekomendasikan prosedur ini, di antaranya:

  • Usia telah memenuhi syarat sesuai pertimbangan medis.
  • Ukuran minus, plus, atau silinder relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.
  • Kornea memiliki ketebalan yang memadai.
  • Tidak mengalami penyakit mata tertentu yang dapat memengaruhi hasil operasi.
  • Kondisi kesehatan secara umum mendukung untuk menjalani tindakan.

Karena kondisi setiap pasien berbeda, pemeriksaan menyeluruh menjadi tahapan yang tidak dapat dilewatkan.

Pemeriksaan Mata Menjadi Tahap Penting

Sebelum LASIK dilakukan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan pasien memenuhi kriteria. Pemeriksaan tersebut meliputi ketajaman penglihatan, bentuk dan ketebalan kornea, tekanan bola mata, hingga kondisi retina.

Hasil evaluasi inilah yang menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan apakah LASIK merupakan pilihan terbaik atau justru diperlukan metode penanganan lain yang lebih sesuai. Pemeriksaan yang komprehensif juga membantu meminimalkan risiko komplikasi sekaligus meningkatkan peluang memperoleh hasil yang optimal.

Baca Juga :  Sempurnakan Implementasi Rujukan Online, BPJS Kesehatan Perpanjang Masa Ujicoba

Beragam Manfaat Operasi LASIK

Jika dilakukan pada pasien yang tepat sesuai indikasi medis, LASIK dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  • Mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak.
  • Membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
  • Memudahkan berolahraga tanpa terganggu alat bantu penglihatan.
  • Mengurangi penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang.
  • Meningkatkan kualitas penglihatan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Meski demikian, seperti prosedur medis lainnya, LASIK tetap memiliki manfaat sekaligus risiko yang akan dijelaskan oleh dokter sebelum tindakan dilakukan.

Setelah LASIK, Kesehatan Mata Tetap Harus Dijaga

Menjalani LASIK bukan berarti perawatan mata tidak lagi diperlukan. Gaya hidup tetap berperan penting dalam menjaga kualitas penglihatan.

Mengistirahatkan mata setelah menatap layar dalam waktu lama, menggunakan pencahayaan yang cukup saat membaca, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin memeriksakan kesehatan mata merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga fungsi penglihatan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  SPMB 2025/2026 Bekasi: Zonasi Jadi Sorotan, DPRD Dorong Pembangunan SMP Negeri Jatirasa

Apabila muncul keluhan seperti pandangan kabur secara tiba-tiba, nyeri hebat, mata merah berkepanjangan, atau penurunan penglihatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Pilih Fasilitas Kesehatan yang Tepat

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pemeriksaan mata maupun prosedur LASIK, memilih fasilitas kesehatan dengan dokter berpengalaman, teknologi yang memadai, serta layanan pemeriksaan yang lengkap menjadi hal yang penting.

Salah satu fasilitas yang menyediakan layanan pemeriksaan mata komprehensif dan tindakan bedah refraktif adalah KMN EyeCare. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi yang terus berkembang, masyarakat dapat berkonsultasi untuk mengetahui apakah prosedur LASIK sesuai dengan kondisi mata yang dimiliki.

Pada akhirnya, keputusan menjalani operasi LASIK sebaiknya tidak didasarkan pada tren atau keinginan semata, melainkan hasil pemeriksaan medis yang objektif. Memahami kondisi mata sejak dini, berkonsultasi dengan dokter spesialis, serta memperoleh informasi yang akurat akan membantu setiap orang menentukan pilihan terbaik demi menjaga kualitas penglihatan dalam jangka panjang.

(rls)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gilang Esa Gaspol Perjuangkan Puskesmas Jakasampurna, Warga Tak Mau Berobat Jauh Lagi
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Klaim Program Kian Kuat
Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
HiLo Resmi Dukung Satya Wacana Salatiga sebagai Official Protein Partner IBL 2026
Tips Olahraga Saat Puasa ala dr Andhika Raspati di Hilo x Satya Wacana Salatiga
Warga Keluhkan Bau, DLH Bekasi Temukan Indikasi Pencemaran

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:38 WIB

Kapan Operasi LASIK Menjadi Pilihan Tepat? Kenali Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:45 WIB

Gilang Esa Gaspol Perjuangkan Puskesmas Jakasampurna, Warga Tak Mau Berobat Jauh Lagi

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Klaim Program Kian Kuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WIB

Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami