Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Klaim Program Kian Kuat

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Direktur Utama BPJS Kesehatan memberikan keterangan kepada awak media usai Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dalam kesempatan itu, BPJS Kesehatan mengungkapkan jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa hingga akhir 2025.

i

Direktur Utama BPJS Kesehatan memberikan keterangan kepada awak media usai Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dalam kesempatan itu, BPJS Kesehatan mengungkapkan jumlah peserta Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa hingga akhir 2025.

JAKARTA – BPJS Kesehatan menyatakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin kokoh sebagai fondasi perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus penopang pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau sekitar 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.

Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut Pujo, Program JKN kini tidak hanya berfungsi sebagai penjamin biaya pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya besar, mereka dapat terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.

Sepanjang 2025, peserta JKN tercatat memanfaatkan layanan kesehatan lebih dari 725,3 juta kali, atau rata-rata 1,9 juta layanan setiap hari. Tingginya angka tersebut disebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.

BPJS Kesehatan juga terus memperluas kemudahan layanan melalui transformasi digital. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi via WhatsApp PANDAWA, hingga Care Center 165.

Baca Juga :  One Way Diberlakukan Dari Semarang ke Jakarta, Simak Alternatif Rute Perjalanan Dari Jakarta Menuju Bandung dan Semarang

Di sisi lain, jaringan layanan kesehatan mitra BPJS Kesehatan juga terus bertambah. Hingga akhir 2025, tercatat ada 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 rumah sakit rujukan, serta 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang bekerja sama di seluruh Indonesia.

Keuangan Tetap Sehat
Selain perluasan layanan, BPJS Kesehatan juga mengklaim kondisi keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan tetap terjaga.

Hingga Desember 2025, aset bersih DJS Kesehatan mencapai Rp30,04 triliun, dengan kemampuan membayar klaim hingga 1,88 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara hasil investasi dana jaminan sosial tercatat sebesar Rp3,94 triliun.

Pujo mengatakan, tata kelola organisasi juga terus menunjukkan hasil positif. Pada tahun buku 2025, BPJS Kesehatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Lembaga tersebut juga memperoleh berbagai capaian tata kelola, di antaranya skor 97,67 untuk penilaian tata kelola organisasi, 4,01 pada tingkat maturitas Governance, Risk and Compliance (GRC), skor 685 dalam Baldrige Excellence Framework, serta 80,48 pada Survei Penilaian Integritas dari KPK.

Baca Juga :  XLSMART Catat Pertumbuhan Positif Pascamerger, Pendapatan Tembus Rp42,49 Triliun
Keterangan Foto: Jajaran Direksi, Dewan Pengawas, dan narasumber berfoto bersama usai Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). BPJS Kesehatan memaparkan capaian kepesertaan JKN, kinerja keuangan, serta komitmen menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional.

Berdampak pada Ekonomi Nasional
Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, Program JKN juga dinilai memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Program JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta memberikan efek berganda pada sektor jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, hingga layanan sosial.

Kajian tersebut juga menyebut Program JKN berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018–2019 serta melindungi sekitar 16 juta orang dari risiko jatuh miskin akibat tingginya biaya kesehatan.

Tantangan Masih Besar
Meski demikian, BPJS Kesehatan mengakui tantangan menjaga keberlanjutan Program JKN masih cukup besar.

Sepanjang 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,3 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 26,42 persen digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan deteksi dini.

Baca Juga :  Jasa Marga Catat Lebih Dari 1,1 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek Pada H-10 hinga H-4 Libur Idul Fitri

Karena itu, BPJS Kesehatan akan terus memperkuat program promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan kepatuhan pembayaran iuran, serta menjaga efisiensi pembiayaan.

“Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh elemen bangsa. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat Program JKN tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Pujo.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menegaskan pengelolaan dana publik harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Menurutnya, tantangan menjaga keberlanjutan pembiayaan, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan kepesertaan aktif memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai penyelenggaraan Program JKN terus menunjukkan kemajuan, baik dari sisi layanan, akses, maupun tata kelola.

Adapun Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, mengatakan pembiayaan kesehatan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun modal manusia yang sehat, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saham Bank Mandiri Melemah 0,95 Persen, Polda Klarifikasi Rekening Warga Pati
Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan
AXIS Ajak Anak Muda Mabar di Roblox Lewat AXISLAND
GIFA-METEC 2026 Perkuat Hilirisasi Industri Logam Indonesia
78 Tahun Berdiri, OT Group Punya Tradisi Unik Setiap 17 Agustus
Robot AI hingga Kendaraan Medis Jadi Sorotan EDRR 2026 di Jakarta
Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini
Prabowo Ungkap 750 BUMN Bakal Ditutup, Target Hemat Rp70 Triliun

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Saham Bank Mandiri Melemah 0,95 Persen, Polda Klarifikasi Rekening Warga Pati

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:29 WIB

AXIS Ajak Anak Muda Mabar di Roblox Lewat AXISLAND

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:45 WIB

GIFA-METEC 2026 Perkuat Hilirisasi Industri Logam Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:53 WIB

78 Tahun Berdiri, OT Group Punya Tradisi Unik Setiap 17 Agustus

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meninjau langsung renovasi SDN 05 Bojong Menteng yang rusak akibat puting beliung dan menargetkan perbaikan segera rampung sesuai standar.

Pemerintahan

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami