Subang – Jajaran Kepolisian Sektor Pamanukan berhasil menangkap pelaku utama dalam kasus tindak pidana pembacokan yang menimpa seorang remaja asal Desa Lengkongjaya. Pelaku berinisial RA (19) sempat hendak melarikan diri ke luar kota untuk menghindari proses hukum, namun berhasil diringkus oleh petugas di area pemakaman umum pada Senin malam (12/5).
Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin, menyampaikan bahwa penangkapan RA merupakan hasil dari upaya intensif dan strategi pengintaian yang dilakukan jajaran kepolisian.
“Setelah kami pancing, akhirnya pelaku utama berhasil kami tangkap,” ujar AKP Udin dalam keterangan resmi, Selasa (13/5).
Selain RA, pihak kepolisian juga telah menangkap empat pelaku lainnya, yakni TJ (25), K (30), N (21), dan TM (18), yang semuanya terlibat dalam tindak penganiayaan terhadap korban Roni Rohmatullah. Dengan demikian, total pelaku yang diamankan dalam kasus ini berjumlah enam orang.
“Mereka semua terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aksi kekerasan ini,” lanjut AKP Udin.
Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi turut mengamankan dua bilah senjata tajam tambahan, sehingga total barang bukti senjata tajam yang berhasil diamankan menjadi tujuh buah.
Sebelumnya, pada Minggu dini hari (11/5), korban Roni Rohmatullah mengalami luka bacok di bagian paha kiri akibat serangan kelompok pemuda tersebut. Korban mendapatkan penanganan medis dan tujuh jahitan atas luka yang dideritanya.
Menanggapi peristiwa ini, AKP Udin juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama pada usia remaja yang sedang mencari jati diri.
“Jangan sampai anak-anak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing dan mengawasi perkembangan sosial anak-anaknya,” tegasnya.
Kepolisian akan terus menindak tegas segala bentuk tindakan kekerasan yang meresahkan masyarakat serta mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, khususnya bagi generasi muda. (*)











