Yogyakarta — Ratusan driver ShopeeFood di Yogyakarta melakukan aksi solidaritas dengan mendatangi rumah seorang warga di kawasan Bantulan, Jumat (4/7/2025) malam. Aksi ini dipicu oleh dugaan tindak kekerasan yang dialami salah satu rekan sesama driver saat mengantarkan pesanan.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @ayuntyasss. Video terkait kejadian itu telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali dan memicu gelombang simpati serta kemarahan publik.
Kronologi bermula ketika sepasang kekasih, yang berstatus mahasiswa sekaligus driver ShopeeFood, menerima double order dari Fore Coffee dan Special Sambal. Keduanya memutuskan mengambil pesanan bersama-sama sembari pulang menuju arah Kentingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka sempat menunggu cukup lama di dua lokasi berbeda, lalu terjebak kemacetan parah akibat kirab di tengah perjalanan. Driver berusaha memberi informasi kepada customer soal keterlambatan. Namun, salah satu customer membalas ketus dengan kalimat, “Biar bintang yang berbicara.”
Situasi memanas ketika pasangan driver itu tiba di lokasi pengantaran di Bantulan. Mereka dihadang customer dengan nada tinggi. Driver sempat menjelaskan bahwa double order terjadi otomatis dari sistem, dan meminta kesabaran.
Namun keributan pecah. Seorang pria yang diduga kerabat customer tiba-tiba menarik rambut kekasih driver hingga terjatuh, bahkan menjambak dan menyebabkan luka di tangan serta memar di wajah korban. Korban pun mengalami syok.
Peristiwa tersebut direkam dan viral di TikTok, memicu solidaritas rekan-rekan driver lainnya. Mereka sepakat mendatangi rumah customer yang dijuluki “Mas Pelayaran” untuk menuntut klarifikasi dan meminta pertanggungjawaban.
Aksi ratusan driver itu menuai sorotan besar di media sosial. Banyak warganet mendukung aksi solidaritas para driver, sekaligus menuntut perlindungan lebih baik dari perusahaan dan edukasi bagi konsumen tentang mekanisme double order di ShopeeFood.
Pihak kepolisian sendiri dilaporkan sudah turun tangan untuk meredam ketegangan dan memediasi kedua belah pihak. (*)









