Rawinks Rantik: Awasi Terus Pembangunan Garut Yang Amazonk

- Redaksi

Senin, 20 Mei 2019 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut berencana akan memperbaiki jalan Kabupaten Kiarakohok-Linggamanaik dengan program peningkatan ruas jalan dengan total anggaran sekitar Rp3 Miliar lebih yang bersumber dari APBD Kabupaten Garut. Bahkan, saat ini untuk pelaksanaan pembangunannya Unit Layanan Pengadaan (ULP) tengah melakukan proses lelang.

Forum Masyarakat Peduli Garut (FMPG) mencium dugaan permainan dalam proses lelang. Yang mana ada salah satu perusahaan yang ikut dalam proses lelang yakni PT. PPK, yang beralamat di Kota Bandung, diduga memiliki rekam jejak yang buruk. Pasalnya, tahun 2016 disebut-sebut bermasalah dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur sarana dan parasarana perkantoran komplek pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga :  Hadiri Pelayanan MKJP IUD dan Implant, Yolla Gani Sampaikan Pesan Ini

Bahkan selain bermasalah dalam pembangunan sarana dan prasarana perkantoran komplek pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, PT. PPK juga masuk dalam negativ list pihak BPKP bersama beberapa perusahaan kontruksi lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebagai masyarakat Garut, jelas menolak perusahaan yang memiliki rekam jejak yang buruk untuk ikut lelang pekerjaan di Kabuapaten Garut. Apalagi perusahaan yang telah di list negativ oleh BPKP yakni PT. PPK, ikut dalam proses lelang peningkatan ruas jalan Kiarakohok-Linggamanik, Kecamatan Cikelet,” ujar Koordinator FMPG, Rawinks Rantik kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Dikatakan Rawinks, dengan mengakomodir perusahaan yang memiliki rekam jejak yang buruk, pihaknya menduga pembangunan ruas jalan senilai Rp3 Miliar lebih akan bermasalah serta kualitasnya tidak akan dijamin baik.

Baca Juga :  Wakil Walikota Silaturahmi Dengan Tomas dan Toga terkait pelaksanaan Idul Fitri 1441 H

“Jangankan bisa mengedepankan kualitas pembangunan yang baik, lho perusahaannya juga yang ikut lelang rekam jejaknya buruk,” ucapnya.

FMPG juga berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui ULP harus jeli serta menseleksi dengan baik terhadap perusahaan-perusahaan yang ikut proses lelang di Kabupaten Garut. Jangan sampai saat diberikan pekerjaan pembangunannya mangkrak seperti perusahaan yang terdahulu.

AWASI: Sejumlah judul kegiatan program pembangunan di Kabupaten Garut. Masing-masing memiliki nilai anggaran yang sangat fantastis. Proyek ini harus dikawal ketat oleh semua elemen masyarakat dan Aparat Penegak Hukum sehingga tidak menjadi Bancakan para mafia penikmat uang negara. (Ft: Asep Ahmad).

“Beberapa proyek besar di Garut kondisinya Amazonk. Proyek Buper menjerat Kuswendi sebagai Kadispora jadi tersangka. Gedung PKL I dan II mangkrak, Pasar Leles mangkrak, pembangunan Art Center mangkrak, pasar Samarang bermasalah, Klinik Jiwa serta pembangunan SOR Ciateul yang saat ini tengah dalam penyidikan Polres Garut,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Kuningan Luncurkan Aplikasi Si Badu

Rawinks juga mengaku, sudah mengantongi data-data rekam jejak perusahaan PT. PPK termasuk informasi bermasalahnya berbagai pembangunannya.

Salah satu sumber yang aktif di dunia proyek kepada media mengatakan, PT PPK merupakan relasi salah satu pengusaha Garut berjenis kelamin perempuan. Pengusaha ini memiliki hubungan yang baik dengan sejumlah pejabat penting di Garut.

PELONTOS: Rawinks Rantik dengan ciri khas kepala plontos ini dikenal sebagai aktivis yang idealis dan tegas. Nampak dalam gambar, Rawinks Rantik bergabung bersama KMB melaporkan dugaan gratifikasi Bupati Garut. (FT: Asep Ahmad)

“PT PPK merupakan rekanan salah seorang pengusaha “R”. Dan R merupakan rekanan HD dari Bandung,” katanya.

Pihak PT. PPK Ir. S saat dihubungi melalui telfon kantornya, tidak mengangkat telfon dari media. (asp/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru